33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Fokus Pelestarian Budaya

Desa Timpik, Kecamatan Susukan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Menjaga kelestarian budaya saat ini menjadi fokus Desa Timpik Kecamatan Susukan. Pemikiran tersebut muncul dari Kepala Desa Timpik, Syuhada. Bentuk peletarian budaya tersebut yaitu dengan berdirinya sanggar tari.

Dijelaskan Syuhada, sanggar tari yang didirikannya tersebut saat ini diikuti oleh ratusan anak-anak dari desa setempat. Berbagai jenis tarian di ajakan dalam sanggar tari tersebut, mulai dari tari gambyong hingga tari peperangan.“Sudah hampir 2 tahun ini sanggar tari desa ini berdiri,” ujar Syuhada, Sabtu (6/1).

Adapun pengajar tari tersebut diambilkan dari pihak luar. Anak-anak yang mengikuti sanggar itupun tidak dipungut biaya sepeserpun. Menurut Syuhada, dalam hal ini ia hanya ingin warisan budaya leluhur yaitu seni tari tidak hilang dimakan waktu. Ia prihatin melihat perkembangan budaya luar di tanah air saat ini. Dimana perlahan-lahan budaya luar tersebut menggeser budaya lokal.

Padahal budaya lokal memiliki nilai yang tinggi. “Sejak smartphone mudah dimiliki setiap orang, anak-anak jadi ketularan dan tidak sedikit dari anak-anak yang menjadi individual karena hal itu,” katanya.

Padahal, lanjutnya, budaya lokal memiliki nilai yang tinggi. Ia mencontohkan budaya tari yang dikembangkan oleh pihaknya saat ini. Budaya tari kolosal menurutnya, dapat membuat anak menjadi tidak individual.

Mereka dapat berkumpul mengenal satu sama lain baik itu saat latihan menari maupun saat pentas. “Mereka jadi anak-anak yang tidak penyendiri dan suka bergaul dengan sesama, itu yang kita inginkan,” ujarnya.

Budaya berkumpul menurutnya, merupakan warisan leluhur. Ia ingin memberikan pendidikan budaya tersebut melalui sanggar tari yang ia dirikan ebrsama dengan Pemdes Timpik. Diakuinya, saat awal mula mendirikan, pro dan kontra juga sempat bermunculan.

Banyak dari orang tua yang beralasan sanggar tari akan semakin memberatkan anak karena menyita waktu. Hal itu kemudian ia tepis setelah bermusyawarah dengan Pemdes setempat dan mendirikan sanggar tari.

Setiap latihan, sanggar tari Desa Timpik menggunakan aula balai desa. Selain itu, Pemdes setempat juga menyediakan atribut tarian seperti pedang-pedangan yang terbuat dari kayu serta kostum tari yang dibelikan oleh Pemdes setempat. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Distaru Siapkan Strategi 6 Lantai

SEMARANG – Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang lebih menggencarkan sosialisasi terkait pembangunan (detail engineering design) Pasar Johar. Sebab selama ini pedagang belum memahami...

Tetap Aman, Bayar Pengawas Khusus

RADARSEMARANG.COM - BAGI warga setempat, sudah tak memandang aneh dengan maraknya Gadis Matik tersebut. Warga yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar...

Wardah 

Oleh: Dahlan Iskan Begitu banyak yang serba kebetulan di balik melejitnya kosmetik Wardah. Tapi saya tidak setuju kalau itu disebut kebetulan. Seperti juga  suksesnya Rusto’s...

Siswa Dibiasakan Mengamalkan Alquran

TEMANGGUNG- Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Kartika Kranggan kembali mengadakan wisuda takhfidz bagi para siswanya. Wisuda takhfidz angkatan IX ini digelar di Aula Kantor...

Duta Lingkungan Hidup

RADARSEMARANG.COM - ADINDA Agustin berhasil terpilih sebagai Juara 1 Duta Lingkungan Hidup 2018 Kota Semarang. Dengan predikat tersebut, mahasiswi program studi Kesehatan Masyarakat Fakultas...

Anggaran Terminal Rp 186,7 Miliar Aman

DEMAK- Anggaran untuk membangun terminal tipe A dilahan seluas 5,1 hektare di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, tidak terkena rasionalisasi atau pengurangan anggaran. Dana yang...