33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Fokus Pelestarian Budaya

Desa Timpik, Kecamatan Susukan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Menjaga kelestarian budaya saat ini menjadi fokus Desa Timpik Kecamatan Susukan. Pemikiran tersebut muncul dari Kepala Desa Timpik, Syuhada. Bentuk peletarian budaya tersebut yaitu dengan berdirinya sanggar tari.

Dijelaskan Syuhada, sanggar tari yang didirikannya tersebut saat ini diikuti oleh ratusan anak-anak dari desa setempat. Berbagai jenis tarian di ajakan dalam sanggar tari tersebut, mulai dari tari gambyong hingga tari peperangan.“Sudah hampir 2 tahun ini sanggar tari desa ini berdiri,” ujar Syuhada, Sabtu (6/1).

Adapun pengajar tari tersebut diambilkan dari pihak luar. Anak-anak yang mengikuti sanggar itupun tidak dipungut biaya sepeserpun. Menurut Syuhada, dalam hal ini ia hanya ingin warisan budaya leluhur yaitu seni tari tidak hilang dimakan waktu. Ia prihatin melihat perkembangan budaya luar di tanah air saat ini. Dimana perlahan-lahan budaya luar tersebut menggeser budaya lokal.

Padahal budaya lokal memiliki nilai yang tinggi. “Sejak smartphone mudah dimiliki setiap orang, anak-anak jadi ketularan dan tidak sedikit dari anak-anak yang menjadi individual karena hal itu,” katanya.

Padahal, lanjutnya, budaya lokal memiliki nilai yang tinggi. Ia mencontohkan budaya tari yang dikembangkan oleh pihaknya saat ini. Budaya tari kolosal menurutnya, dapat membuat anak menjadi tidak individual.

Mereka dapat berkumpul mengenal satu sama lain baik itu saat latihan menari maupun saat pentas. “Mereka jadi anak-anak yang tidak penyendiri dan suka bergaul dengan sesama, itu yang kita inginkan,” ujarnya.

Budaya berkumpul menurutnya, merupakan warisan leluhur. Ia ingin memberikan pendidikan budaya tersebut melalui sanggar tari yang ia dirikan ebrsama dengan Pemdes Timpik. Diakuinya, saat awal mula mendirikan, pro dan kontra juga sempat bermunculan.

Banyak dari orang tua yang beralasan sanggar tari akan semakin memberatkan anak karena menyita waktu. Hal itu kemudian ia tepis setelah bermusyawarah dengan Pemdes setempat dan mendirikan sanggar tari.

Setiap latihan, sanggar tari Desa Timpik menggunakan aula balai desa. Selain itu, Pemdes setempat juga menyediakan atribut tarian seperti pedang-pedangan yang terbuat dari kayu serta kostum tari yang dibelikan oleh Pemdes setempat. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bidik Budidaya Singkong Gajah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sektor perikanan dan perkebunan menjadi bidikan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngajaran Kecamatan Tuntang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kades Ngajaran Yos Prayitno...

PKS Siap Ganti Petahana

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Sohibul Iman menyebut partainya siap mengganti petahana di Pilgub Jateng 2018. Ia menyebut targetnya jelas...

Jateng Harus Jadi Benteng Pancasila

SEMARANG - Warga Jateng diharapkan menjadi mata, telinga, hingga ototnya negara untuk selalu mengawasi jalannya sistem yang tertuang di Pancasila. Jika ada penyelewengan di...

Siapkan Promo Akhir Tahun

SALATIGA –  Grand Wahid Hotel Salatiga  menghadirkan  Christmas  Package  dengan harga Superior Room Rp 677.000/nett/room/1 malam dan Rp 1.177.000/nett/room/2 malam. Sedangkan untuk Deluxe Room...

Pendidikan Menengah Pekalongan 11 Terbawah

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pendidikan menengah Kabupaten Pekalongan masih menduduki peringkat ke 24 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebagai upaya mendongkrak rangking tersebut, Bupati Asip Kholbihi...

Menengok Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia

Puluhan anak penderita Leukimia atau kanker darah berjuang untuk melawan penyakit mematikan yang menyerang tubuhnya. Mereka tetap optimistis dan bersemangat untuk menggapai masa depan...