33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Filosofi Emprit Pemicu Karir Politik

dr Sugeng Ibrahim

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Berjiwa sosial, tak ada yang menyangka dari situlah titik awal bagi dr Sugeng Ibrahim akhirnya terjun ke dunia politik. Tidak tanggung-tanggung, awal karirnya sejak tahun 2004 ia mulai memperjuangkan rakyat dengan menjadi anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kepada Jawa Pos Radar Semarang ia mengatakan, orang paling berpengaruh pada keputusannya berpolitik adalah (alm) KH Cholil Bisri.

“Waktu itu ditanya sama beliau, kowe gelem dadi anggota DPR ya. Kemudian saya jawab, lha kulo niki kan dokter bah, nek kulo mboten praktek mangke nafkahe dospundi,” kenangnya saat ditemui, Kamis (4/1).

Kemudian ia diberi jawaban oleh Kiai Cholil tentang ilmu emprit yang mana intinya adalah terkait rezeki hingga makan semuanya sudah ada yang menata. Hingga akhirnya memantapkan dirinya maju sebagai kader PKB bersama dengan Gus Yaqut. Ia menegaskan, bahwa keinginannya untuk bermanfaat bagi sesama tidak cukup hanya dilakukan dengan profesi sebagai dokter.

Selama 2004 hingga 2009 dirinya menjadi anggota DPR, namun pada tahun 2010 ia mulai bergabung dengan Nasdem yang saat itu belum menjadi partai. Diakuinya, dengan latar belakang sebagai dokter tidak memungkiri bahwa politik baru dipelajarinya saat mulai bergabung dengan PKB.

“Tetapi kemudian saya keluar bukan karena anti PKB, tapi ada beberapa hal yang kemudian membuat saya merasa klik dengan Nasdem. Sebab antara pikiran, perbuatan dan perkataan itu berjalan sejajar,” jelas alumni SMPN 3 Semarang itu.

Gus Dur, Syafii Ma’arif, Mahfud MD hingga Gus Mus adalah sederet tokoh yang menjadi panutan Sugeng dalam berpolitik. Menurutnya, meski sampai saat ini politikus selalu mendapat stigma negatif dari masyarakat, tidak lantas membuatnya gentar. Bagi dia, politik menjadi salah satu cara untuk membuat hidupnya lebih berfaedah.

“Saya selalu memegang apa yang disampaikan Kiai Cholil, Sopo Temenanan Bakal Tinemu. Kalau dalam bahasa Arabnya itu Man Jadda Wa Jadda. Makanya saya sungguh-sungguh menekuni dunia politik untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkap Ketua Bappilu Partai Nasdem Jawa Tengah ini.

Pria kelahiran Tulungagung, 14 Desember 1963 ini mengakui sebelum akhirnya terlibat dalam dunia politik, perekonomiannya telah sangat cukup. Namun, menjadi dokter dengan hanya menolong orang ketika sakit, memberikan santunan jika pasiennya tidak mampu itu tidak banyak mengubah.

“Itulah akhirnya saya menyadari bahwa politik itu ladang pengabdian. Tapi saya beri tips bagi siapa saja yang ingin berpolitik, haruslah sudah selesai dengan nafkah. Sehingga nantinya tidak ada yang menjadikan politik sebagai profesi dan mengambil untung dari situ,” tegasnya.

Memiliki cita-cita untuk memperbaiki citra politikus, Sugeng menganggap hal tersebut tidak mudah. Dirinya juga tidak menutup mata akan selalu ada orang-orang yang melakukan politik praktis. Namun, jika orang baik mau mulai untuk tidak skeptis terhadap politik, maka politik tidak lagi dikuasai orang tidak bertanggung jawab.

“Maka sebenar-benarnya masyarakat akan dibela adalah oleh para politikus yang sadar bahwa dalam politiklah ladang amal itu ada. Ladang pengabdiannya itu nyata, ya di politik ini,” katanya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rp 8,8 Miliar untuk Insentif Guru TK

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk menyiapkan Sumber Daya manusia (SDM) yang mumpuni di Kabupaten Pekalongan, maka harus didukung pula oleh guru yang berkualitas, khususnya untuk...

Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Memimpin Kabupaten selama kurang lebih 1 tahun 6 hari, Bupati Batang wihaji dan wakil Bupatai Batang Suyono meminta seluruh Aparat Sipil...

Cuti Bersama Pengaruhi Puncak Arus Mudik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa, memprediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 8 atau 9 Juni sebelum Lebaran 2018. Hal...

Siap Kolaborasi dengan Uni Eropa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) siap jalin kerjasama dengan Negara-negara Uni Eropa dibidang pendidikan. Kerjasama yang dikembangkan adalah program Double Degree, Join Degree,...

Tarik Investor, Kendal Harus Sering Dipromosikan

KENDAL—Pemkab Kendal harus sering lebih gencar dan aktif mempromosikan Kendal untuk bisa menarik para investor. Di antaranya, dengan menggelar temu ataupun dialog bersama investor...

Temukan 10 SKTM Palsu

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Aturan yang mengharuskan mendahulukan siswa tidak mampu walupun memiliki nilai kurang membuat masyarakat berbondong-bondong mencoba mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)...