33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Pemindahan PKL Tertunda

50 Penghuni Liar Dipindah Rusunawa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur ke Pasar Klithikan Penggaron, yang sedianya dilakukan kemarin, tertunda. Penundaan tersebut terjadi karena sinkronisasi data dan luasan lapak PKL belum selesai dilakukan.

“Sudah kami kumpulkan semua untuk sinkronisasi terkait data dan luasan. Karena pedagang disana ada yang punya tiga, dua, maupun satu kios. Sehingga ini perlu kami kroscek dulu di masing-masing kelompok. Pedagang menghendaki pindah bareng-bareng,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Jumat (5/1).

Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dan sosialisasi. Diperkirakan minggu depan relokasi akan dilakuakan. Ada tiga kelompok pedagang, yakni di Kelurahan Rejosari, Bugangan, dan Mlatiharjo. “Tadi pagi (kemarin) kami sudah ketemu dengan ketua paguyuban pedagang dan pengurus di Kelurahan Karang Tempel, mereka juga sudah siap untuk direlokasi,” katanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali mengecek lokasi Pasar Klithikan Penggaron untuk memastikan daya tampung. “Karena memang kami butuh kepastian orang yang pindah, karena nanti apabila tidak tertampung, akan kami tempatkan di Pasar Banjardowo,” katanya.

Penundaan tersebut tidak ada masalah dengan pertimbangan mereka memilih relokasi bersama-sama. “Memang awal Januari seharusnya sudah mulai pindah. Sebagian PKL memang ada yang meminta pindah dulu, karena khawatir malah berlarut-larut,” ungkapnya.

Mengenai aspirasi dari Paguyuban Pedagang Barito, kata Fajar, apabila lahan di Pasar Klithikan mencukupi, mereka menyampaikan akan membangun kios tambahan bersama PKL-PKL lain dengan ukuran masing-masing 3 x 4 meter persegi.

“Kalau mau membangun sendiri, menata sendiri ya monggo. Memang di Pasar Klithikan masih ada lahan kosong. Kalau mau dibangunkan melalui anggaran APBD itu nanti di anggaran perubahan. Besok Senin, kami akan cek lokasi, mereka akan melakukan pengukuran sendiri,” katanya.

Sementara Camat Gayamsari, Didik Dwi Hartono mengatakan, hingga saat ini penghuni rumah liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur terutama di wilayah Kecamatan Gayamsari sudah ada yang direlokasi. “Kurang lebih ada 50 rumah di Kelurahan Tambakrejo dipindahkan ke Rusunawa Kudu. Tetapi kalau untuk PKL belum dilakukan relokasi,” katanya.

Dikatakannya, warga yang terdampak pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur di wilayah Gayamsari cukup banyak. Yakni kurang lebih 1.000 warga, baik PKL maupun penghuni rumah liar. “Sudah dilakukan sosialisasi kesekian kali, tidak ada masalah. Selanjutnya ini nanti akan dilakukan sosialisasi mengenai pengukuran di lokasi. Jadwalnya masih menunggu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” katanya.

Tahapan selanjutnya adalah relokasi PKL dan rumah hunian di bantaran Banjir Kanal Timur, terutama di wilayah Kecamatan Gayamsari. “Warga yang terkena dampak di Kecamatan Gayamsari, yakni di Kelurahan Pandean Lamper, Sambirejo, Sawah Besar, Kaligawe, Tambakharjo,” katanya. (amu/hid/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Huda Minta Jaksa Usut Tuntas Korupsi Bulog

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dengan mata berkaca-kaca dan menangis tersendu-sendu, bahkan sesekali tangisnya semakin kuat, terdakwa yang merupakan mantan juru timbang Gudang Bulog Randugarut, Semarang,...

Belanja Sekaligus Bangun Perekonomian

SEMARANG - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Jateng beberapa waktu lalu meluncurkan sistem informasi pengelolaan dan pengembangan UMKM berbasis...

Guru Ngaji Jadi Kurir Sabu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua warga Solo ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terkait kasus narkotika. Ironisnya, salah satu tersangka adalah seorang...

Screening Putus Mata Rantai Thalassemia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penyakit genetik Thalassemia memang tidak bisa disembuhkan. Namun penyakit ini bisa dicegah dengan cara memutus mata rantai penyebab penyebaran penyakit yang...

Tolak Angkutan Pelat Hitam

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Awak angkutan prona jurusan Ungaran–Ambarawa melakukan aksi mogok mempertanyakan keberadaan angkutan umum pelat hitam yang dianggap mengganggu jam operasional mereka. Aksi mogok...

Mahasiswa IAIN Ponogoro Belajar Ilmu Falak di MAJT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 111 mahasiswa Jurusan Akhwal Syakhsiyah Fakultas Syari’ah IAIN Ponorogo, Jawa Timur dengan didampingi Dosen Ilmu Falak yakni Dr Nihayatur Rohmah...