Pecandu Sabu Diintai 3 Hari

Tiga Kali Ditangkap dengan Kasus Sama

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Seorang debt collector alias penagih utang yang menjadi pecandu sabu-sabu kemarin diringkus petugas Polres Magelang. Tersangka bernama Defri Adi, 24, warga Rejowinangun Utara, Magelang Tengah, Kota Magelang.

Defri diciduk usai mengambil pesanan sabu-sabu yang diletakkan penjualnya di kompleks sebuah SMK swasta di Dusun Santan, Desa Sumberejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sebelum menangkap Defri, polisi sudah mengintai gerak-gerik tersangka selama 3 hari.

“Petugas melakukan pengintaian di lokasi tersebut. Sebab, berdasarkan informasi masyarakat, tempat yang dimaksud kerap menjadi lokasi transaksi narkoba. Baru pada hari ketiga, petugas melihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan,” papar KBO Satresnarkoba Polres Magelang, Iptu Mulyanto, saat gelar perkara, Jumat (5/1) kemarin, di Mapolres. Defri ditangkap saat tengah mengambil sabu-sabu pesanannya dari seorang pengedar bernama Ucok.

Dari tangan tersangka, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,80 gram di dalam kemasan plastik kecil. Petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam dan motor yang digunakan pelaku untuk bertransaksi dengan pengedar. “Barang haram tersebut diperoleh tersangka setelah memesan via panggilan telepon. Sabu diletakkan di pot bunga, di sekitar jalan tersebut, dan diambil oleh pelaku.”

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya, pidana penjara paling singkat empat tahun; dan maksimal 12 tahun. Juga denda Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar. “Kami juga tengah memburu pelaku pengedar sabu,” kata Iptu Mulyanto. Polres, lanjut Mulyanto, sudah mendapatkan beberapa petunjuk. “Tidak lama, pelaku akan kami tangkap.”

Tersangka Defri Adi mengakui mendapatkan sabu dari Ucok. Harganya, Rp 1,1 juta. “Usai ditransfer, barang dikirim.” Defri mengaku sudah setahun menggunakan sabu. Defri juga sudah tiga kali tertangkap polisi dengan kasus yang sama. Kendati demikian, Defri tak jera menggunakan sabu. “Saya sudah pakai setahun dan sudah tiga kali kena kasus sama.” (vie/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -