33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Kodam Kosongkan Lahan Okupasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan personel TNI AD dari Yonkav 2/Tank dan Arhanudse 15 Semarang di Lingkungan Kodam IV/Diponegoro melakukan pengosongan lahan okupasi TNI AD atau tanah yang dikuasai Kodam di Jalan Tanjung Nomor 10-12 Semarang, Jumat (5/1).

Menurut informasi, total luas lahan dan bangunan tersebut sekitar 5.000 meter persegi yang terbagi dua petak, yaitu seluas 2.783 meter persegi dan 3.214 meter persegi. Sebelumnya lahan tersebut digunakan sebanyak 29 warga mayoritas dari keluarga purnawirawan TNI, ASN Kodam dan Sipil.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, warga yang tinggal sukarela pindah dari rumah yang telah ditempatinya bertahun-tahun tersebut dengan tertib dan lancar. Bagi warga yang dengan sukarela mengosongkan rumahnya akan mendapatkan uang kerohiman dari Bank Mandiri melalui Kodam IV/Diponegoro sebesar Rp 45.100.000 bagi purnawirawan TNI, Rp 35.100.000 bagi purnawirawan ASN dan Rp 25.100.000 bagi putra/putri purnawirawan/umum.

Kodam juga bersedia membantu mengangkut barang-barang milik penghuni menuju tempat yang diinginkan. Serta bagi warga yang belum memiliki tempat tinggal, juga dibantu mencarikan tempat tinggal sementara selama sebulan sambil yang bersangkutan mendapatkan tempat tinggal yang baru. “Warga tidak memiliki hak atas tanah tersebut melainkan hanya menempati rumah atas dasar surat perintah,” kata Kakumdam Kodam IV/Diponegoro Kolonel Chk Agus Hari Suyanto.

Ia menjelaskan alasan pengosongan lahan dan bangunan ini karena penyelamatan aset negara, yang apabila di kemudian hari ternyata telah dimiliki dan dikuasai oleh pihak tertentu dengan bukti kepemilikan yang sah, maka harus dikembalikan kepada pemiliknya. “Sejarah lahan okupasi ini bermula pada tahun 1952 tanah dan bangunan tersebut digunakan oleh inspektur Corps Cadangan Nasional (ICN) dimana juga digunakan sebagai kantor dan asrama, kemudian digunakan sebagai Penyaluran Militer KR Transad (Lurdam),” katanya.

Kemudian pada tahun 1963, di sebagian bangunan Lurdam ditempati PT Panca Ubaya Paksi dibawah naungan Kodam IV/Diponegoro. Akan tetapi dengan bukti kepemilikan yang ada tanah dan bangunan okupasi tersebut merupakan milik Bank Mandiri. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya SHM no 347 luas 2.783 Meter persegi sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah No SK 02 hm/bpn.33/2011. Dan SHM No 346 luas 3.214 meter persegi sesuai  dengan Surat Keputusan Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah No SK 02/HM/BPN.33/2011,tanggal 19 Januari 2011 An. PT. Bank Mandiri Persero. “Secara hukum tanah dan bangunan tersebut tidak bisa dimiliki dan dikuasai oleh warga atau Kodam IV/Diponegoro sekalipun,” jelasnya.

Ditambahkan Agus, tanah okupasi tersebut akan dikembalikan ke pemiliknya Bank Mandiri dalam keadaan kosong. Ada sekitar 200 personel dari Yonkav dan Arhanudse-15 Semarang yang dikerahkan dalam pengosongan lahan dan bangunan ini, dibantu oleh petugas Kepolisian,  Dinas Kebakaran dan Satpol PP, serta Dishub. “Kami sangat bersyukur pengosongan bisa berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wardah yang ITB dan ITB

Oleh: Dahlan Iskan “Saya ini hanya menanam akarnya,” ujar Bu Nurhayati, pemilik kosmetik Wardah. “Anak-anak kami yang membesarkannya,” tambahnya. Bu Nurhayati punya tiga anak. Yang dua,...

AJT Bedah Rumah Warga Tak Mampu

SEMARANG - Merasa prihatin dengan kondisi keluarga Subroto, warga RT 3 RW 1 Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, yang menghuni rumah berukuran 5x10 meter tak...

Let’s Run Salatiga 2017 Diikuti Pelari Nasional

SALATIGA - Kota Salatiga segera menggelar lomba lari tingkat nasional dengan hadiah total Rp 150 juta dan memperebutkan piala Kemenpora dan piala Ketua DPRD...

PIMA JT Bagikan 1000 Paket Sembako

SEMARANG-Seribu lebih ibu-ibu yang terdiri para anggota Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMA JT) dan masyarakat sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), menerima...

Pemkot Siapkan Raperda Keterbukaan Informasi Publik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Pemkot Magelang mulai membahas rencana Peraturan Daerah (Perda) yang akan dibuat untuk mengatur tentang data dan keterbukaan informasi publik. Perda tersebut...

Oleng, Pikap Tabrak Motor, Orang, Toko

MAGELANG—Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Ngluwar-Magelang pada Kamis (14/9) malam. Tepatnya, di depan sebuah toko jaket di Dusun Blongkeng, Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar,...