33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Kerajinan Tangan Jadi Identitas Desa

Desa Plumutan, Kecamatan Bancak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Piring yang terbuat dari lidi kelapa sering kita jumpai di berbagai restoran maupun rumah makan pinggiran. Selain harga per-bijinya yang cenderung lebih murah dan artistik, ketahanan dari piring dari anyaman lidi tersebut memang tidak diragukan lagi.

Oleh karenannya banyak pengusaha restoran atau rumah makan yang lebih memilih menggunakan barang tersebut. Piring dari anyaman lidi tersebut merupakan hasil kerajinan yang disebut dengan rogo-rege.

Rogo-rege merupakan sebuah nama hasil kerajinan warga Desa Plumutan Kecamatan Bancak dari lidi pohon kelapa yang di anyam sedemikian rupa membentuk piringan. Saat ini tidak banyak yang masih memproduksi kerajinan tersebut. Selain populasi pohon kepala dan aren yang semakin berkurang, kendala pemasaran kerap dihadapi oleh perajin tersebut.

Hampir semua warga di Desa tersebut memproduksi rogo-rege. Selain sebagai mata pencaharian sehari-hari, mereka seolah ingin menunjukkan sebuah identitas Desa melalui kerajinan itu.

Salahsatu pengrajin terbesar rogo-rege di Desa Plumutan yaitu Slamet Budiyanta. Ratusan rogo-rege ia produksi setiap harinya. Menurutnya, banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dalam produksi rogo-rege.

Meski belum mengetahui secara pasti kapan dan siapa pembuat kerajinan tersebut pertama kali. Slamet sudah bertahun-tahun bergelut bisnis kerajinan tersebut. menurutnya, kondisi pasar rogo-rege cenderung stabil. Jika dibandingkan dengan kerajinan tangan yang lain. “Sudah bertahun-tahun memproduksi kerajinan ini,” kata Slamet, Jumat (5/1).

Proses pembuatan kerajinan tersebut sebenarnya cukup mudah.yaitu, satu bongkok lidi daun kepala atau aren di anyam melingkar. Hingga menyerupai sebuah piring. “Setelah itu diberi pelapis berupa cairan agar tidak mudah patah dan lebih awet,” katanya.

Barulah, setelah dianyam dan diberi pelapis hasil kerajinan dijemur di bawah terik matahari. Iklim tropis yang ada di Indonesia sebenarnya menguntungkan para perajin tersebut. Ketersediaan bahan baku dan cuaca panas membuat kerajinan itu mduah untuk diproduksi.“Kalau tidak dijemur dengan suhu panas maka pelapis tidak akan bisa melapisi secara maksimal. Akhirnya, bisa tidak awet,” tutur Slamet.

Dalam sehari ,slamet memproduksi ratusan rogo-rege. Perbijinya ia bandrol dengan harga Rp 2.500. Kini karena populasi pohon kelapa di Kabupaten Semarang yang semakin menipis membuat ia sedikit kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Untuk itu ia mendatangkan bahan baku lidi dari luar kota. Secara tidak langsung hal tersebut membuat cost produksi menjadi sedikit naik.

Kades Plumutan, Suji Haryanto berpendapat jika kerajinan tersebut juga akan dikenalkan ke masyarakat luas sebagai bagian dari destinasi wisata. Jumlah pengrajin yang hampri 80 persen dari jumlah keseluruhan warga membuat kerajinan tersebut potensial untuk dikenalkan masyarakat luas.“Wisatawan nantinya juga bisa belajar bagaimana membuat kerajinan ini. Dimana sebenarnya membuatnya tidak sulit,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap berharap peran dari pemerintah Kabupaten Semarang untuklebih mempromosikan rogo-rege sebagai produk lokal yang mampu berbicara di pasar luar. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desainer Muda Unjuk Gigi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah desainer muda Semarang siap menyemarakkan dunia fashion. Sejauh ini, dunia fashion di Semarang masih didominasi sejumlah nama lama. Kemunculan desainer...

Pembangunan RSUD Akan Diaudit

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto akan meminta Badan Pmeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit hasil pembangunan RSUD Ungaran tahap I. Pasalnya,...

Fokus Majukan Pariwisata Jawa Tengah

Bagi Joko Suratno, pariwisata merupakan sebagian dari nafasnya. Bagaimana tidak, selain sebagai pengusaha tour and travel di Semarang dan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata...

Sudirman: Ganjar-Yasin Selamat Bekerja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sudirman Said dan Ida Fauziyah mengaku akan menerima hasil keputusan KPU Jateng. Pasangan tersebut mengucapkan selamat bekerja untuk pasangan Ganjar-Yasin. Meski...

Gudang Terbakar, Hitung Suara Dipindah

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Proses penghitungan suara pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2018 di tempat pemungutan suara (TPS) 07 Pasar Kliwon terpaksa dipindahkan ke kantor kelurahan setempat,...

Nasi Bekrem Paling Dicari

Racikan aneka rempah menjadi salah satu kunci kenikmatan citarasa olahan bebek. Kenaikan harga bahan baku tersebut, khususnya cabai menjadi masalah bagi para pengusaha olahan...