33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

IAI Layangkan Protes Soal Gedung Van Dorp

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah melayangkan surat protes kepada Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang terkait pemanfaatan dan pelestarian Gedung Eks Percetakan dan Penerbit GCT Van Dorp & Co di Jalan Branjangan Nomor 1 Semarang.

Gedung eks Van Dorp yang kini menjadi museum tiga dimensi Dream Museum Zone (DMZ) itu dinilai melanggar aturan Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang. Dalam surat bernomor 281/IAI-JT/ADM/XII/2027, IAI mengeluarkan pernyataan sikap atas dorongan rasa kecintaan yang dalam kepada Kota Semarang.

“Catatan kami, ada dua perubahan mendasar, yakni adanya pembongkaran bangunan yang kini jadi lahan parkir dan perubahan fasad,” kata Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah, Sugiarto, kemarin.

Dikatakanya, surat pernyataan sikap tersebut telah dikirim ke BP2KL Semarang. Pihaknya berharap ada audiensi dan dialog terkait dengan keputusan lembaga independen di bawah Pemkot Semarang berkaitan perubahan di gedung tersebut.

Menurutnya, bangunan yang dibongkar bersisihan dengan Jalan Taman Garuda tersebut tergolong cagar budaya. “Pembongkaran bangunan telah memutuskan kesinambungan dinding yang membentuk ruang jalan atau lorong,” ujarnya.

Dalam perancangan tahap awal eks Van Dorp, anggota IAI sudah memberikan usulan agar bangunan cagar budaya dipertahankan. “Pembongkaran untuk lahan parkir hanya pada bangunan baru yang tidak tergolong cagar budaya,” kata dia.

Tetapi usulan tersebut tidak digubris oleh Pemkot Semarang, pemilik dan investor. Saat ini bangunan bagian utara gedung tersebut telah hilang dan menjadi lahan parkir. Karena itu, pihaknya meminta agar dilakukan rekonstruksi bangunan yang telah dibongkar. “Saya khawatir perubahan gedung ini dapat mempengaruhi target pemkot menjadikan Kota Lama diakui oleh Unesco sebagai Kota Pusaka,” ujarnya.

Masukan ini sebagai perhatian dan peran serta arsitek Indonesia dalam pelestarian cagar budaya, khususnya bangunan gedung dan lingkungannya merupakan kewajiban dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut telah diamanatkan dalam Undang-Undang No 6 Tahun 2017 tentang arsitek.

Sebelumnya,  Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mendesak agar Pemkot Semarang mengambil sikap tegas dengan memperbaiki bangunan tersebut selayaknya, bukan malah terlarut dalam kekeliruan. Sebab, pengelolaan bangunan cagar budaya di Kawasan Kota Lama telah diatur secara rinci di Perda Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2003. Termasuk pengaturan warna. “Seharusnya Pemkot Semarang tahu, itu pelanggaran Perda,” katanya.

Apabila melakukan pelanggaran, lanjut Supriyadi, ada ketentuan sanksi yang meliputi sanksi administrasi sebagaimana disebut dalam Perda Nomor 8 Tahun 2013 Pasal 60, bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan Perda ini, Wali Kota berwenang memerintahkan untuk menghentikan atau menyegel penggunaan sebagian atau seluruh bangunan, instalasi, dan perlengkapan bangunan. “Termasuk membongkar dan membangun kembali sesuai dengan ketentuan konservasi,” terangnya.

Dalam hal dilakukan pembongkaran secara paksa, maka biaya pembongkaran dibebankan kepada pemilik bangunan. Selain itu, dapat dikenakan tindakan berupa penangguhan dan pembatalan izin. Bahkan, tidak hanya sanksi administrasi, lanjut dia, tetapi juga ada ketentuan pidana sesuai Pasal 61, menjelaskan bahwa barang siapa melanggar ketentuan dalam Peraturan Daerah ini diancam pidana kurungan selama-lamanya tiga bulan dan atau denda sebesar-besarnya Rp 5 juta. “Tidak ada alasan lain, Perda harus ditegakkan,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kebermaknaan Belajar Matematika

RADARSEMARANG.COM - AKUN Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy), akun Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (@Kemdikbud_RI), serta akun Instagram Pusat Teknologi...

Korban Dibakar Bernama Devi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kasus pembunuhan sadis dengan cara dibakar yang dilakukan tersangka Kristiyan Ari Wibowo, 31, pada 2011 silam di Blora mulai terkuak. Aparat Polrestabes Blora...

Dari Bank Sampah, Kini Hasilkan Jutaan Rupiah

Dari awalnya mengelola bank sampah, kini Nunuk Zaenubia sukses mendirikan rumah daur ulang. Di tempat ini, sampah plastik diolah menjadi biji plastik. Seperti apa? BUDI...

Rusunawa Khusus Lajang Sepi Peminat

SEMARANG - Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jrakah yang berdiri megah di Jalan Stasiun Jrakah, Kecamatan Tugu, Semarang, dibangun Pemkot Semarang khusus bagi para...

Antisipasi Sarden Bercacing

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Maraknya penemuan sarden bercacing di beberapa daerah, membuat Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Pekalongan bersama Polres Pekalongan, memperketat beredarnya...

Ekspor Jateng Meningkat

SEMARANG – Nilai ekspor Jateng bulan Agustus mengalami kenaikan 12,77 persen bila dibanding bulan sebelumnya. Yaitu dari US$ 499,23 juta pada Juli menjadi US$...