33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Rekam Data E-KTP Dipercepat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Memasuki tahun 2018, Pemkab Semarang akan terus melakukan percepatan rekam data E-KTP. Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengungkapkan di 2017 lalu percepatan sudah dilakukan dengan berbagai cara.

Antara lain dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk rekam data E-KTP khususnya bagi pemilih pemula, dan menggunakan mobil pelayanan keliling ke desa-desa dan kelurahan. “Kita sudah lakukan dan jalan terus di 2017 untuk melakukan percepatan yang belum merekam,” kata Sekda yang akrab di sapa Soni, Kamis (4/1).

Pelayanan rekam data E-KTP di sekolah memang baru pertama kali dilakukan Pemkab Semarang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) pada 2017 lalu. Sehingga hal tersebut akan dilakukan terus jelang pelaksanaan Pilgub Jateng 2018, Pileg, dan Pilpres 2019.

Menurutnya, sistem jemput bola ke sekolah-sekolah yang usianya sudah masuk ke pemilih pemula dapat semakin menyemarakkan pesta demokrasi Pemilu. Begitu pula dengan pelayanan rekam data E-KTP yang dilakukan ke masing-masing desa dan kelurahan.

Mobil pelayanan kependudukan, lanjutnya, dari Dispendukcapil setiap hari dijadwalkan untuk selalu keliling ke desa-desa dan kelurahan. Khususnya desa atau kelurahan yang warganya banyak yang belum melakukan rekam data E-KTP.

Momentum Pilgub Jateng yang tinggal menghitung hari, juga dimanfaatkan untuk mengejar jumlah pemilih di Kabupaten Semarang terutama bagi pemilih pemula. “Pelayanannnya dilakukan disemua kecamatan dan blangkonya sudah kita distribusikan ke semua kecamatan,” ujarnya.

Dikatakannya, apabila rekam data pemilih pemula tidak sampai terselesaikan jelang Pilgub Jateng, maka pendataan pemilih akan menggunakan data kependudukan 2017. “Dispendukcapil sudah mulai pelayanan mobil di kantung ke desa dan kelurahan yang memang masih banyak melakukan perekaman dengan jemput bola,” katanya.

Diakui Soni, selama ini kendala rekam data yaitu pendistribusian blangko yang dilakukan secara bertahap. Hal itu disebabkan distribusi dari pemerintah pusat terkait blangko ke daerah-daerah juga dilakukan secara bertahap.

Hal lain yang menghambat pelaksanaan proses rekam data E-KTP yaitu banyaknya warga yang berkartu kependudukan di Kabupaten Semarang namun saat ini berdomisili di luar daerah.

Karenannya, ia meminta supaya warga yang belum melakukan rekan data E-KTP segera mendatangi kantor kecamatan maupun Dispendukcapil Kabupaten Semarang. “Karena blangkonya bertahap, pencetakan blangko dlakukan pada mereka yang sudah pernah merekam dan yang masih pegang suket,” katanya. (ewb/bas)

  1. Saya sudah pernah punya EKTP trus pindah alamat jg luama 6 bln
    ga tau sekarang dah jadi pa belum EKTP nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kuras Sumur, Bapak-Anak Tewas Keracunan Asap

SALATIGA - Nasib tragis dialami Paryanto, 56, dan anaknya Ahmad Tri Sholihun, 22, warga Klewonan RT 02 RW 03, Kelurahan Kauman Kidul, Salatiga. Keduanya...

Mobil Dinas Dewan Dicuri

SALATIGA-Mobil dinas berplat nomor merah yang digunakan Sekretaris Komisi B DPRD Kota Salatiga B Supriyono raib digondol kawanan pencuri. Mobil Toyota Avanza buatan tahun...

Masih Sering Naik Motor Sambil Menelepon

SALATIGA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga menggelar Sosialisasi Kebijakan di Bidang Perhubungan dan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)....

LPBI NU Tingkatkan Keterampilan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) berupaya meningkatkan keterampilan masyarakat dan pemerintah menuju tanggap darurat yang cepat,...

Bayar Renminbi, Kembalian Dollar

Oleh: Dahlan Iskan Ini makan malam pertama saya di Korea Utara: bayar pakai Renminbi. Kembaliannya Dollar Amerika. Memang bisa. Membayar dengan Renminbi dan Dollar. Tapi mata...

Udinus Ajak Mahasiswa Baru Cegah Abrasi

SEMARANG - Sebanyak 3.573 mahasiswa baru Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengikuti rangkaian acara Dinus Inside 2017, dengan pelaksanaan Udinus Care Conservation, Bakti Sosial di...