33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Kalah Judi, Nekat Bobol Toko

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Seorang warga Jangli Krajan, Kota Semarang, Fery Yunianto, 34, alias Peyek nekat membobol Toko Lhotse. Kejadian berawal saat Fery bermain judi di lokalisasi Gembol. Karena kalah, pelaku yang mengaku setiap harinya bekerja serabutan tersebut nekat membobol toko yang lokasinya tidak jauh dari tempat ia berjudi.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan modus yang digunakan pelaku yaitu dengan merusak pintu utama toko menggunakan linggis. “Pelaku juga menggunakan gergaji besi untuk merusak tralis dari pintu toko tersebut,” ujar Yusi, Kamis (4/1).

Berhasil masuk ke toko, Fery yang melancarkan aksinya ditemani satu orang temannya berinisial H langsung menggasak isi dari toko tersebut. Saat ini teman Fery berinisal H tersebut masih dalam pengejaran pihak Polres Semarang.

Selain barang yang ada di toko, ia juga menggondol uang yang ada di meja kasir senilai belasan juta rupiah. “Akibat perbuatan pelaku korban Aris, 34, warga Pringapus yang merupakan pemilik toko mengalami kerugian Rp 11.280.000,” katanya.

Aksi Fery dan temannya yang masih buron tersebut terbongkar saat korban melaporkan kejadian tersebut. Korban mengetahui aksi pencurian di tokonya dari bekas tralis yang digergaji pelaku. “Di dalam toko kondisinya sudah acak-acakan,” katanya.

Mengetahui hal itu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Semarang. Dikatakan Yusi, beberapa barang dagangan korban yang juga ikut dibawa kabur pelaku yaitu lebih dari lima tas gunung, dua pasang sepatu dan sandal gunung, pisau asesoris, ponsel serta belasan kaos dan baju.

Usai mendapatkan laporan tersebut, Satreskrim Polres Semarang langsung melakukan olah TKP dan pengejaran kepada pelaku. Hanya butuh waktu 1 x 24 jam, pelaku berhasil di bekuk oleh jajaran Satreskrim Polres Semarang.

Di depan petugas, Fery mengakui jika ia nekat mencuri lantaran kepepet usai kalah dari dadu. Pria yang mengaku setiap harinya bekerja serabutan tersebut mengaku jika gergaji besi yang ia pergunakan beraksi diperolehnya tidak jauh dari TKP.

“Saya tidak punya uang, ketika berada di samping toko tersebut saya menjumpai gergaji besi. Muncullah niat untuk membobol toko,” ujarnya. Pihak kepolisian Polres Semarang saat ini masih melakukan pendalaman kepada pelaku tersebut.

Pihak kepolisian juga masih meminta keterangan dari tiga orang saksi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia terancam dengan hukuman penjara tujuh tahun sebagaimana tertuang dalam Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harga Per Kantong Darah Rp 370 Ribu

WONOSOBO—Harga per satu kantong darah sebagai ganti jasa pemeriksaan pengambilan dan cross matching (pencocokan dengan penerima darah) dari Palang Merah Indonesia Wonosobo sebesar Rp...

Guru Zaman Now Harus Melek Teknologi

MAGELANG–Upacara peringatan Hari Guru di SMK Citra Medika Kota Magelang, berlangsung hikmat, menyenangkan, sekaligus mengharukan, pada  Sabtu, (25/11) pekan lalu. Para guru tidak menyangka,...

Belajar dari Internet

WAKTU senggang jika dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan sebuah karya, seperti yang dilakukan Nurul Alfiatun H. Berawal dari upaya mengisi waktu senggang, sekarang bisa...

10 Ribu Data Calon Pemilih Dicoret

RADARSEMARANG.COM, BREBES - Sebanyak 10 ribu lebih data calon pemilih yang ditemukan ganda dalam proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng Juni...

Tanah Bergerak, Alarm Berbunyi

TEMANGGUNG—Bencana tanah longsor mengancam warga Dusun Lembujati Desa Banaran Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Senin (8/5) lalu, alarm sistem peringatan dini (EWS) yang dipasang di...

Patok Tarif Rp 30 Ribu/Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wisatawan dari berbagai daerah menyerbu beberapa tempat wisata di Kota Magelang. Salah satunya, objek wisata Taman Kyai Langgeng (TKL). Objek wisata...