15.6 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Tetap Beri Kritik, Jangan Hanya Jadi Corong

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Menjelang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 media diminta untuk berimbang dalam menyajikan pemberitaan. Dalam hal ini, media harus memberikan kesempatan sama kepada semua calon untuk dapat ditampilkan kepada publik.

”Ibarat sebuah pertandingan yang menampilkan beberapa kandidat, media jangan hanya melulu memberitakan satu kandidat saja. Media harus memberikan kesempatan yang sama kepada semua calon,” kata Alkomari, Pengamat Media dari Kelompok Kajian Kebijakan Media (K3M).

Dirinya menambahkan, dalam hal ini media juga tidak boleh melupakan fungsinya sebagai kontrol sosial. Fungsi ini harus dijalankan oleh media untuk menjamin terpenuhinya kepentingan publik.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa kepentingan publik haruslah menjadi nomor satu. Sebab, media diamanati untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kepentingan publik. Hal ini dinilai perlu diperhatikan oleh media dalam mengawal proses demokrasi yang akan dilaksanakan tidak lama lagi.

”Jadi media jangan sampai ragu untuk memberikan kritiknya kepada salah satu calon jika memang ada hal yang peru untuk dikritik. Jangan sampai media hanya menjadi corong bagi salah satu calon yang akan maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur nanti,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai institusi sosial media juga harus menyajikan informasi yang dapat mendorong jalannya demokrasi yang sehat. Ia khawatir media justru larut dalam euforia pertarungan politik Pilgub Jateng 2018.  ”Sehingga dalam mengawal proses politik ini, media harus tetap menjaga independensinya,” kata dia.

Dirinya berharap, di tahun politik ini media tidak gagap dalam menyebarkan isu-isu perpecahan hanya untuk kepentingan politik tertentu. ”Banyak isu yang memiliki kemungkinan besar dapat dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan politik, dengan mengorbankan persatuan. Media jangan sampai larut dalam hal ini,” pungkasnya. (sga/zal)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...