33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Tawuran Antarpelajar, Satu Terluka

SMK Bina Utama VS SMK Bhineka 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Tawuran antarpelajar SMK Bina Utama Kendal dengan SMK Bhineka Kendal, terjadi di Jalan Arteri Soekarnp-Hatta, Desa Jambearum, Rabu (3/1) kemarin. Akibatnya, satu pelajar SMK Bhineka mengalami luka parah di bagian kepala. Saat ini, kasus tersebut masih didalami Polsek Patebon bersama Polres Kendal.

Namun pihak kepolisian belum menetapkan pelaku yang bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap satu pelajar tersebut. Pasalnya, usai kejadian para pelaku langsung kabur.

Sementara korban diketahui bernama Prasetyo, warga Turunrejo, Kecamatan Brangsong. Korban adalah pelajar kelas X SMK Bhineka. Korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soewondo, Kendal karena mengalami luka sobek di bagian kepala dengan 11 jahitan dan memar di seluruh wajah.

Menurut keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, kejadian bermula saat para pelajar SMK Bhineka tengah pulang sekolah. Tiga orang pelajar salah satunya korban Prasetyo sedang menanti bus di depan sekolah yang berada di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Desa Jambearum.

Tiba-tiba segerombolan pelajar berpakaian SMK Bhineka Utama datang menaiki motor dan membuat kerusuhan. Malah di antaranya, pelajar tersebut ada yang sudah bawa gear, rantai dan parang. “Mereka langsung menarik korban Prasetyo dari bus dan langsung diseret dan dipukul secara beramai-ramai,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Bahkan saat itu pelajar SMK Bina Utama yang berjumlah belasan orang itu langsung menggedor-gedor bus. “Sopirnya pun takut terjadi apa-apa, langsung tancap gas. Sopir itu takut terjadi perkelahian,” tambahnya.

Sedangkan satu korban Prasetyo yang berhasil ditarik pelaku dari dalam bus, langsung dihajar beramai-ramai oleh belasan pelajar SMK Bina Utama. “Kepalanya mengalami luka parah karena gear, seluruh wajahnya mengalami memar karena diinjak-injak di antara batu kerikil. Bahkan untuk ngomong saja sulit,” jelasnya.

Sementara Kepala SMK Bina Utama, Susan membenarkan adanya perkelahian antarpelajar tersebut. Tapi pihaknya, belum mengetahui persis duduk perkaranya. Begitupun siapa yang terlibat dalam perkelahian antar pelajar tersebut, apakah pelajar SMA Bina Utama atau bukan.

“Belum tahu siapa yang terlibat. Sementara ini, kami bersama Polsek Patebon sudah melakukan penyisiran di desa-desa. Karena pelajar begitu pertikaian selesai, langsung kabur. Jadi kami tidak tahu siapa yang terlibat,” tuturnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar melalui Kapolsek Patebon, AKP Munashir mengatakan sejauh ini masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya sudah meminta keterangan dari beberapa pelajar SMK Bhineka yang melihat kejadian langsung. “Kami juga akan meminta keterangan langsung dari korban,” katanya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tutor Sebaya dan Up Date Status sebagai Scaffold Belajar IPS

RADARSEMARANG.COM - KEBIASAAN up date status adalah kondisi zaman now yang penuh dengan keinginan untuk beraktualisasi, sehingga dapat dimanfaatkan bagi guru mapel IPS sebagai...

Bekali Relawan dengan Kartu Asuransi Jiwa

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso membekali para relawannya di Demak dengan kartu asuransi jiwa. Ini dinilai...

Tiga Wilayah Darurat Wereng

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sawah seluas 604 hektare yang ada di Kota Pekalongan terserang hama wereng. Akibatnya, sawah yang terserang wereng tersebut terancam gagal panen...

Tes Kesigapan, Kapolres Bunyikan Alarm Darurat

KENDAL— Seluruh aparat Polres Kendal berhamburan keluar dan mengambil posisi siaga, setelah alarm styling berbunyi. Alarm tersebut menandakan kondisi kantor dalam keadaan genting. Tengah...

Hendi Ingin ‘Hompimpa’ Terdengar di Taman-Taman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Komitmen Kota Semarang sebagai Kota Layak Anak terus dibuktikan. Salah satunya Kota Semarag akan menyelesaikan 16 taman dan tujuh lapangan olahraga di tahun...

Cuaca Ekstrim Nelayan Tetap Melaut

KAJEN-Meski masih suasana Lebaran dan cuaca ekstrim terjadi di pesisir pantai utara Kabupaten Pekalongan, namun beberapa nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan nekad melaut....