33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Kejar Target, Kontraktor Semrawut

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KETILENG – Proyek pelebaran jalan dengan betonisasi di Jalan Tunggu Raya (sekarang diubah menjadi Jalan Prof Soeharso), tepatnya di RT 1 RW 9 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, selesai dibangun. Tetapi pembangunan jalan tersebut masih menyisakan persoalan yang membahayakan masyarakat yang melintas.

Hasil akhir pekerjaan kontraktor tersebut terbilang semrawut. Pasalnya, sejumlah tiang telepon, maupun tiang listrik, belum dilakukan pemindahan. Masih berdiri di badan jalan. Paling parah ada satu titik yakni di RT 1 RW 9 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, tepatnya di depan Perumahan Puri Cempaka Asri.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, tampak ada tiga tiang masih berdiri di badan jalan. Bahkan keberadaan tiang telepon tersebut sangat membahayakan keselamatan pengendara yang melintas. Terlebih, posisinya berada di tikungan jalan.

“Kurang lebih sudah ditinggalkan oleh kontraktor sejak dua minggu lalu. Tidak ada yang mengurusi. Menjorok satu meter di badan jalan. Ini sangat membahayakan pengendara, bahkan sebelum tahun baru ada korban. Seorang pengendara motor menabrak tiang itu,” kata Nuryono, salah satu warga RT 3 RW 9 Meteseh, ditemui di dekat lokasi, Rabu (3/1).

Dikatakannya, setelah pengecoran selesai tidak ada upaya penanganan untuk memindah tiang tersebut. “Dulunya jalan ini sempit, lebarnya hanya 4 meter. Kalau sekarang mungkin hampir 7-8 meter. Posisi tiang telepon itu berada di luar jalan. Tapi setelah dilakukan pelebaran jalan, posisi tiang telepon itu berada di badan jalan,” katanya.

Senada, Muhson, pekerja bengkel di dekat lokasi juga membenarkan bahwa keberadaan tiga tiang telepon yang berdiri di badan jalan tersebut sangat berbahaya. “Baik sebelum dilebarkan, maupun sesudah dilebarkan, memang sering terjadi kecelakaan. Karena kondisinya tikungan, apalagi sekarang terdapat tiang telepon itu,” katanya.

Dia mengaku tidak habis pikir mengapa kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut tidak melepas tiang tersebut. Dia menduga, kontraktor kejar target karena waktunya hampir selesai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti masalah tiang telepon di Jalan Prof Soeharso Ketileng tersebut. “Kami tindaklanjuti dan koordinasikan, nanti akan dipindah. Sudah kami lakukan evaluasi,” katanya.  (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dunia Usaha Butuh Gubernur Komunikatif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dunia usaha di Jateng membutuhkan gubernur yang komunikatif  dan enak diajak rembugan. Bukan gubernur yang susah diajak komunikasi, suka marah- marah, dan galak. Ketua...

TAMU REDAKSI

Pandu Setio, PR CSR dan Promotion Manager, dan Herdiana Anita, General Manager, Brand Strategy Group Devision, Sharp saat berkunjung ke kantor Redaksi Jawa Pos...

Tampilan Simpel Elegan Sambut Ramadan

RAMADAN tinggal menghitung hari. Sejumlah rumah mode mengeluarkan beberapa koleksinya menyambut bulan yang istimewa ini. Diantaranya desainer Ina Priyono yang mengusung tema simpel dan elegan....

Gadis Italia Nikahi Pemuda Batang

BATANG - Desa Tragung, tepatnya di rumah Dzulkifar kembali geger. Rumah tersebut sejak sebulan lalu ramai dengan warga yang penasaran dengan kedatangan sosok gadis...

BTPN Genjot Pemberdayaan UMKM

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) kini menggenjot sektor teknologi digital di sektor Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu sejalan dengan...

Konsumsi Kedelai Turunkan Risiko Jantung

SEMARANG - Kadar protein dan mineral yang ada di dalam kedelai ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh dan lebih aman dibandingkan protein hewani yang terdapat...