Beranda Berita Semarang Per Siswa Disubsidi Rp 1 Juta

Per Siswa Disubsidi Rp 1 Juta

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng mengalokasikan Rp 792 miliar untuk biaya operasional pendidikan di tingkat SMA/SMK. Dana itu sudah disiapkan dalam APBD Jateng 2018. Nantinya rata-rata per siswa mendapat tambahan bantuan sekitar Rp 1 juta.

“Itu akan diberikan ke siswa. Harapannya siswa tidak bayar lagi mulai tahun ini. Sehingga kalau mereka mau iuran lagi untuk urusan sekolah, biar orangtuanya tidak berat lagi, syukur kalau itu cukup,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo usai melantik 140 pejabat yang terdiri dari 106 kepala sekolah (SMA/SMK/SLB Negeri), 33 pejabat fungsional, dan satu susulan pejabat struktural, di gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (2/1).

Dia mengaku, sejak pengelolaan kewenangan SMA/SMK beralih ke pemprov, muncul banyak keluhan dari masyarakat. Mereka merasa, sejak ditangani pemprov, sudah tidak ada lagi sekolah gratis.

Memang dulu ada SMA/SMK yang gratis. Tapi tidak semua. Hanya di Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, dan Kudus, karena ada subsidi dari pemkab setempat. “Saya disambati banyak orang yang persepsinya tidak tepat. Persepsinya seolah SMA/SMK itu dulu gratis, padahal dulu yang gratis hanya empat kabupaten,” tuturnya.

Dari keluhan warga Jateng itu, Ganjar memerintahkan ke Dinas Pendidikan untuk menghitung biaya pendidikan. Jika selama ini ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka kekurangan kebutuhan biaya di sekolah lainnya akan dicukupi melalui APBD provinsi. “Kekurangannya itu nanti kami tambah. Itu pengganti SPP, jadi saya harapkan anak sekolah sekarang sudah tidak bayar, itu bisa membantu para orangtua di SMA dan SMK. Kalau toh nanti ada, ya tinggal iuran yang lewat komite itu saja,” tuturnya.

Dijelaskan, sesuai perundangan, pendidikan adalah tanggung jawab negara, masyarakat, dan orangtua siswa. Maka, ketika negara belum mampu, diperlukan partisipasi dari orangtua siswa dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Gatot Bambang Hastowo menambahkan, dana Rp 792 miliar dari APBD Jateng tahun 2018 itu adalah untuk biaya operasional pendidikan (BOP). Penggunaannya untuk pembiayaan honor guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) serta operasional sekolah.

Selama ini, setiap sekolah mendapat dana BOS untuk para siswa dari pemerintah pusat melalui APBN, tiap siswa mendapat Rp 1,4 juta. Dengan adanya BOP dari provinsi itu, nantinya rata-rata per siswa mendapat tambahan bantuan sekitar Rp 1 juta.

“Padahal butuhnya per siswa sekitar Rp 3 juta. Jika sudah ada Rp 1,4 juta dari pusat melalui BOS dan ditambah dari povinsi berupa BOP sekitar Rp 1 juta, maka setidaknya bisa meringankan beban masyarakat dalam biaya pendidikan,” tegasnya. (amh/ric)

Stay Connected

12,286FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here