33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Pemprov Kurang Peduli Kebudayaan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng dinilai masih kurang peduli terhadap kebudayaan sebagai salah satu isu penting dalam pembangunan. Padahal, kebudayaan bisa dijadikan panduan dalam menentukan arah pembangunan di wilayah Jateng.

Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT), Gunoto Saparie mengatakan, sampai saat ini Pemprov Jateng belum banyak menggelar kegiatan yang bertema peran kesenian dan kebudayaan dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini bisa menjadi upaya menjaring aspirasi dan mendapatkan masukan maupun saran dari para ahli serta praktisi di bidang kesenian dan kebudayaan. “Masukan dari budayawan itu bisa dijadikan sebagai salah satu sumber informasi oleh Bappeda Jateng dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” katanya.

Ia menambahkan, hal itu bisa menjadi kontribusi positif bagi perencanaan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan Jateng di masa mendatang. Sebenanya Pemprov Jateng, sudah beberapa kali menggelar kegiatan  untuk memajukan Jateng. Namun sayang, tema kebudayaan kurang tersentuh, bahkan terkesan terabaikan. “Kegiatan lebih banyak menekankan pada tata kelola pemerintahan atau pelayanan publik, ketahanan pangan, energi baru dan terbarukan, proyek strategis nasional, pengentasan kemiskinan, dan kesehatan,” ujarnya.

Pembangunan seharusnya tidak selalu berasosiasi dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur semata. Karena dalam konteks kebudayaan, manusia dan masyarakat harus diletakkan pada posisi sentral baik sebagai pelaku maupun penerima manfaat pembangunan. Pemprov Jateng seharusnya bisa memanfaatkan Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan untuk memajukan daerah ini. “Kebudayaan dan kearifan lokal di Jateng perlu didorong untuk dapat dikembangkan menjadi haluan pembangunan yang diimplementasikan di provinsi ini,” tambahnya. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Coca-Cola Donasi Hewan Kurban

SEMARANG–PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) mendonasikan 122 hewan kurban dalam Hari Raya IdulAdha 1438 Hijriah yang ditetapkan 1 September 2017. Hal itu sebagai bentuk...

Pejabat Kementerian PUPR Diperiksa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang menengarai adanya ketidakberesan terhadap infrastruktur jalan nasional, provinsi maupun dalam Kota Semarang. Hal ini menyusul sering terjadinya kecelakaan lalulintas,...

IAIN Kembangkan Bisnis Konsep Syariah

SALATIGA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggandeng PT Lor Internasional Hotel (LIH) untuk mengembangkan bisnis dengan konsep syariah. Selain bersifat bisnis, kerja...

Dinkes Bagi Kloset Gratis

BATANG - Dinas Kesehatan Kabupaten melalui Puskesmas Limpung membagikan 15 unit kloset gratis kepada masyarakat yang belum mempunyai sanitasi. Pembagian dilaksanakan di Desa Sempu, Kecamatan Limpung,  Jumat...

Industri Farmasi Optimistis Masuk 15 Besar

SEMARANG - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Jawa Tengah mengupayakan industri farmasi menjadi 15 besar industri utama di 2025. Karena itu, asosiasi tersebut berusaha membangun...

Punguti Sampah

Sejumlah Polwan Polres Kebumen bersama pedagang kaki lima melakukan kerja bakti membersihkan Alun-alun Kebumen, Jumat (25/8). Kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi Polwan dan masyarakat...