Inflasi Jateng Sesuai Target

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Inflasi Jawa Tengah sepanjang tahun 2017 mencapai 3,71 persen. Angka tersebut sesuai dengan program pemerintah yang menargetkan inflasi tahun lalu berada di kisaran 3-5 persen.

“Pemerintah sudah memiliki skenario pembangunan dan tahun lalu inflasi masih dalam range target. Artinya upaya pemerintah dalam menekan inflasi cukup baik,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono, kemarin.

Namun demikian, sebagian besar penyebab inflasi di tahun 2017 cukup berbeda bila dibanding dengan pemicu inflasi di tahun sebelumnya. Untuk tahun 2016, penyebab inflasi rata-rata berasal dari bahan makanan. Sedangkan di tahun 2017 rata-rata berasal dari administative price yang ditetapkan berdasarkan kebijakan pemerintah.

“Tahun 2016 inflasi terutama dari bahan makanan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai. Nah, kalau di 2017 polanya berbeda, inflasi utamanya dipicu oleh tarif listrik, biaya administrasi perpanjangan STNK serta bensin,” ujarnya.

Sedangkan untuk Desember, inflasi Jawa Tengah mencapai 0,71 persen. Beberapa penyebab inflasi diantaranya kenaikan harga kelompok bahan makanan, utamanya telur ayam ras yang juga menjadi pemicu utama inflasi di Desember tahun lalu.

“Informasi dari pemerintah, stok telur ayam ras cukup. Hanya saja, karena desakan konsumen akan kebutuhan yang cukup tinggi khususnya di hari raya, meskipun harga cukup, pedagang tetap menaikkan harga,” ujarnya.

Selain telur ayam ras, beberapa komoditas juga menjadi pendorong laju inflasi. Diantaranya beras, cabai merah, daging ayam ras dan cabai rawit. Sedangkan harga bawang merah, tarif pulsa ponsel, bawang putih serta gula pasir menahan laju inflasi. (dna/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -