33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Hendi Berpeluang Jadi Cawagub PDIP

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarno Putri, Kamis (4/12) besok, kabarnya akan mengumumkan nama pasangan calon (paslon) yang bakal diusung dalam bursa Pilgub Jateng, 2018 mendatang.

Kemungkinan besar, petahana Ganjar Pranowo bakal mendapat tiket emas itu sebagai bakal calon gubernur (bacagub). Meski begitu, Bupati Kudus Musthofa juga punya kans untuk mendapat rekomendasi. “Kalau persesntase, mungkin lebih banyak ke Ganjar. Tapi Musthofa tetap punya peluang,” ucap Pengamat Politik dan Pemerintahan Undip Semarang, Teguh Yuwono, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nama Musthofa bisa muncul, lanjutnya, karena persiapan yang sudah dilakukan jauh-jauh hari. Bupati Kudus dua periode ini telah menyebar baliho di banyak titik di penjuru Jateng. Meski baliho itu bukan sebagai sosialisasi sebagai bacagub, setidaknya warga Jateng sudah akrab dengan nama dan wajah Musthofa.

“Tapi bukan tidak mungkin justru Musthofa dipasangkan dengan Ganjar sebagai wakil gubernur. Memang, dulu pendaftarannya sebagai bacagub. Kalau Bu Mega memerintahkan sebagai wakil gubernur mendampingi Ganjar, pasti akan tegak lurus,” bebernya.

Mengenai kemungkinan nama-nama yang berpeluang menjadi bakal calon gubernur (bacawagub), Teguh memperkirakan petahana Heru Sudjatmoko masih jadi pertimbangan Megawati. Sebab, melihat sepak terjang, Heru nyaris sempurna mendampingi Ganjar selama ini. Sayang, umur Heru yang sudah tidak lagi muda, akan meredupkannya untuk kembali bertarung di Pilgub Jateng.

Jika memang seperti itu, nama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi, berpeluang muncul mendampingi Ganjar atau Musthofa. “Saya merasa Hendi sudah layak berkiprah di Jateng, bukan hanya Kota Semarang saja. Pada Pilgub selanjutnya, ketika Ganjar tidak bisa maju lagi, Hendi bisa menjadi calon gubernur. Memang, Hendi dulu tidak mendaftar lewat DPD PDIP Jateng. Tapi lagi-lagi, ini kan keputusannya Bu Ketum,” terangnya.

Argumen itu diperkuat dengan adanya kemungkinan kasus e-KTP yang masih menjerat Ganjar. Jika nantinya pengadilan memutuskan Ganjar terlibat kasus megakorupsi itu, Hendi lebih pantas jadi gubernur daripada Heru.

“Pak Heru kan sudah tidak lincah lagi. Jika terjadi apa-apa dengan Ganjar, pasti PDIP sudah mempersiapkannya. Tugas gubernur dan wakil gubernur itu kan berat. Pasti capek. Jadi, Pak Hendi lebih berpeluang daripada petahana Pak Heru,” katanya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku tidak waswas menghadapi keputusan Megawati yang tinggal sehari lagi. Dia tetap tenang karena pernah melewati masa-masa itu. “Tidak nervous, kok. Biasa saja. Yang dulu kan juga seperti ini,” tuturnya.

Ketika dimintai pendapat mengenai kemungkinan melawan Sekda Jateng, Sri Puryono yang kabarnya bakal diusung koalisi poros baru, Ganjar tidak mempermasalahkannya. “Sekda yang dulu saja juga maju melawan petahana,” cetusnya.

Dia berharap, kemunculan poros baru justru sangat baik untuk memperkuat nuansa demokrasi di Jateng. Baginya, Pilgub memang ajang membuat poros baru untuk menggalang kekuatan koalisi partai. Melakukan negoisasi atau komunikasi politik dalam mendukung paslon. “Banyak kandidat yang menjadi pemimpin di Jateng kan lebih bagus. Daripada hanya satu atau dua paslon saja, kurang asyik,” tegasnya.

Di lain pihak, Heru Sudjatmoko yang duduk di kursi Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, mengaku belum ada bocoran mengenai nama-nama yang bakal mendapat rekomendasi. “Sebenarnya ingin mengintip tulisan di langit, tapi tidak bisa,” candanya.

Sementara itu, selain Ganjar Pranowo dan Sudirman Said, kini giliran mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ikut dibidik menjadi bacagub. Mantan prajurit TNI AD itu dilirik oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, saat ini internal kader di tingkat akar rumput menginginkan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo maju di Pilgub Jateng. “Opsi baru seperti disampaikan oleh teman-teman PPP di Solo yang mengusulkan agar Pak Gatot Nurmantyo diusung sebagai Cagub Jawa Tengah,” ujar Arsul saat dihubungi, Selasa (2/1).

Untuk memuluskan rencana itu, PPP terus menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk membangun sebuah koalisi dengan mengusung Gatot Nurmantyo. Meski demikian, partai berlambang Kakbah itu tidak tertutup kemungkinan ikut kelompok koalisi yang mengusung mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Sebab, beredar informasi bahwa Sudirman Said akan menggandeng putra dari tokoh PPP Maimun Zubair. Dukungan ke Sudirman Said dilakukan untuk memutus komunikasi PPP kubu Djan Faridz ke mantan pengiat antikorupsi tersebut. Pasalnya, PPP kubu Djan Faridz sudah mendeklarasikan diri usung Sudirman Said. “Agar yang bersangkutan (Sudirman Said) tidak lagi berkomunikasi dengan Djan Faridz,” kata Arsul.

Bahkan, kata Arsul, Ketua Umum PPP Romahurmuziy sudah pernah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Sudirman Said. “Namun pembicaraan itu masih cair, belum mengerucut,” pungkasnya. (amh/gwn/jpg/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Densus Bekuk 3 Warga Terduga Teroris

SEMARANG – Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga warga terduga teroris di Jawa Tengah. Masing-masing ditangkap di daerah Grobogan, Karanganyar, dan Sragen. Kabid Humas Polda...

RPJM Dinilai Belum Tepat Sasaran

RADARSEMARANG.COM - Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo menggelar rapat dengar pendapat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Gedung...

Perkuat Tanggul, Tanam Pohon di Bantaran Sungai

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Para pelajar yang tergabung dalam Saka Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kemarin menanam ratusan pohon mahoni dan tunas pohon kelapa di...

Lupa Matikan Kompor, 3 Rumah Ludes

MUNGKID-- Warga Dusun Mranggen, Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, dikejutkan dengan terbakarnya tiga rumah di daerah tersebut, akhir pekan lalu. Tiga rumah semi...

1,7 Ton Beras Ludes Hitungan Jam

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Kebutuhan warga agak beras yang terjangkau sangat terlihat ditengah harga beras yang melambung tinggi seperti ini. Hal itu terlihat dari kegiatan...

Pekerjakan Anak, Akan Dipenjarakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang akan menindak tegas setiap orang yang mempekerjakan anak di bawah umur, gelandangan, dan pengemis. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor...