33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Di Lereng Merapi, Jadi Sekolah Siaga Bencana

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SLEMAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyiapkan 46 sekolah siaga bencana. Tujuannya, membekali para guru dan siswa-siswi ilmu mitigasi. Harapannya, jika sewaktu-waktu terjadi bencana, mereka siap menghadapi agar tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyampaikan, sekolah siaga bencana ikut disiagakan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di Sleman. Sebab, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga Januari. Selain itu, BPBD juga menyiagakan 51 komunitas relawan yang beranggotakan hampir 2.000 orang.

Sekolah yang dikonsep siaga bencana, sebagian besar berada di daerah lereng Merapi. Seperti Kecamatan Pakem, Turi, dan Cangkringan. Alasannya, kawasan tersebut rawan dampak erupsi Merapi. Sekolah siaga bencana juga tersebar di Kecamatan Mlati, dengan karakteristik rawan angin kencang dan Kecamatan Berbah, sebagai daerah rawan gempa bumi.

Program sekolah siaga bencana, para siswa, guru, dan wali murid, diajari berbagai hal terkait mitigasi. Seperti cara membaca papan petunjuk evakuasi dan titik kumpul, serta pembuatan denah jalur evakuasi. “Penyampaian materi tidak harus dengan cara membuat kurikulum baru, tapi disisipkan ke mata pelajaran yang sudah ada.”

Latar belakang pembentukan sekolah siaga, karena Sleman masuk dalam salah satu daerah rawan bencana dari 136 kabupaten/kota di Indonesia. Hasil pemetaan, ada tujuh ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Sleman. Yaitu, erupsi gunung api, banjir, longsor, puting beliung, gempa bumi, kebakaran, dan kekeringan.

Kepala SDN Kloposawit Turi, Cahyani Hasriati menilai, pelaksanaan kegiatan sekolah siaga bencana, mendapatkan respons baik. Tidak hanya oleh siswa maupun guru, tapi juga komite wali murid. Dikatakan, pembelajaran mitigasi bencana sudah dikenalkan sejak 2015. Termasuk, tentang keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Minta Usut Tuntas Kasus Teror Gereja

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin meminta pihak kepolisian mengungkap tuntas aksi teror bom Molotov di Gereja Santo Yusuf Ambarawa, beberapa waktu lalu. Sementara terkait...

Tekan Gizi Buruk, Bupati Digandeng Amway

KAJEN-Angka kematian ibu hamil dan balita yang tinggi jumlahnya di Kabupaten Pekalongan, membuat prihatin Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Karena itulah, dilakukan penandatangan kerjasama antara...

Cuti Selesai, Ganjar Jadi Gubernur Lagi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Setelah masa kampanye Pilkada serentak selesai, Ganjar Pranowo akan kembali menjadi Gubernur Jawa Tengah. Terhitung mulai Senin (25/6), politisi PDI Perjuangan ini akan...

Buka Brandshop untuk Perkuat Jaringan Distribusi

SEMARANG - Perdagangan perangkat elektronik di Jawa Tengah memiliki potensi pasar yang sangat bagus. Samsung Elektronik melihat potensi pasar yang sangat potensial ini bekerjasama...

Kapolri Akan Resmikan Gedung Satpas SIM

SEMARANG - Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Polrestabes Semarang menempati gedung baru. Menurut rencana, gedung ini akan diresmikan oleh Kapolri...

Bisa Senggolan Dengkul Beradu Pandangan

RADARSEMARANG.COM - BEGITU masuk gerbongi kereta Maharani pukul 05.45, saya sering-sering melihat arloji. Saya  ingin memastikan pukul berapakah roda kereta mulai bergerak dari Stasiun...