33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Desa Mluweh Fokus Infrastruktur

Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembangunan sektor infrastruktur masih terus dikebut oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Mluweh Kecamatan Ungaran Timur. Kades Mluweh Asariyono mengungkapkan hal itu sesuai dengan kebutuhan desa.

“Di desa kita masing-masing dusun terhubung jembatan, dan terkelilingi sungai, karenannya infrastruktur menjadi fokus kita dahulu,” ujar Asariyono, Selasa (2/1).

Asariyono (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Asariyono (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Apalagi, desa tersebut secara topografi berada paling luar wilayah Kabupaten Semarang dan berbatasan langsung dengan wilayah Kota Semarang. Ia mengatakan, kondisi jalan Desa Mluweh, sebelum adanya Dana Desa (DD) memang sangat memperihatinkan.

Letaknya yang paling luar dari Kabupaten Semarang, lanjutnya, kurang begitu mendapatkan perhatian. Sehingga dengan adanya DD dan penataan anggaran melalui APBDes, infrastruktur dapat dibangun.

Pembangunan infrastruktur antaralain jalan poros desa. “Kan saat ini jalan poros desa tidak bisa dibangun Pemkab Semarnag karena merupakan aset milik desa, sehingga desa yang berkewajiban membangun menggunakan DD,” ujarnya.

Saat ini APBDes untuk 2017 Desa Mluweh sebesar Rp 1.362.140.000. APBDes tersebut diperoleh dari beberapa Pendapatan Asli Desa (PADes). Diantaranya hasil aset desa sebesar Rp 40 juta, swadaya dan gotong royong sebesar Rp 20 juta.

“Juga pendapatan transfer sebesar Rp 20 juta, DD sebesar Rp 801.144.000, Bagi hasil pajak dan retribusi daerah sebesar Rp 48.406.000, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 452.490.000, dan Bantuan keuangan kabupaten sebesar Rp 20.100.000,” katanya.

Penggunaan APBDes Mluweh juga dilakukan dengan transparan. Wujud transparansi tersebut yaitu dengan poster penggunaan APBDes 2017 yang terpampang di depan kantor Kepala Desa. “Supaya warga juga bisa ikut mengawasi penggunaan APBDes kita,” katanya.

Selain itu, Pemdes Mluweh juga mempersiapkan adanya BUMDes. Diantaranya yaitu melalui usaha toko material. Saat ini, hal tersebut masih di godok melalui Perdes (Peraturan Desa), sehingga nantinya dapat di BUMDes kan. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mahasiswa Dimassa, 32 Kali Curi Helm

SEMARANG – Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Semarang, babak belur dimassa, setelah kedapatan mencuri helm di parkiran sebuah café Jalan Ki Mangunsarkoro,...

Sambut Imlek, Tay Kak Sie Bagikan Angpao

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Ribuan warga lanjut usia (lansia) kurang mampu di wilayah Kota Semarang, Minggu (4/2) kemarin, mendatangi Klenteng Tay Kak Sie untuk menerima angpao dan...

Puskesmas di Kendal Kekurangan Dokter 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Kendal masih banyak kekurangan dokter untuk ditempatkan dan bertugas di Puskesmas. Yakni dari kebutuhan untuk 30 Puskemas di Kendal minimal sebanyak...

2 Bulan, Otopsi Belum Dikerjakan

SALATIGA-Kematian Bambang Heri Susanto pada 13 Oktober 2016 lalu masih misterius. Penjaga SD Negeri 06 Ledok ini ditemukan tergantung di kamarnya. Pihak keluarga menduga...

Berantas Habis Pungli di Kota Magelang

MAGELANG – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kota Magelang segera menyusun strategi memberantas habis praktik pungutan liar (pungli). Peran serta...

Peradi Bantu Warga Miskin di Demak

DEMAK- Para advokat Semarang yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  versi Jenifer Girsang pimpinan Theodorus Yosep Parera, kemarin, memberikan bantuan kepada dua warga...