Beranda Berita Semarang Gelapkan Puluhan Motor, Liong Dituntut 3 Tahun Penjara

Gelapkan Puluhan Motor, Liong Dituntut 3 Tahun Penjara

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG РJaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang menuntut hukuman selama tiga tahun penjara terhadap warga Pandean Lamper, Gayamsari, Tjioe Liong Heeng ,58, alias Hengky dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Ia dianggap terbukti melakukan penipuan sehingga membuat puluhan sepeda motor lenyap di showroom Kebun Kenap, yang terletak di Unta Raya 10 Semarang.

JPU Kejari Kota Semarang Andhy H Bolifaar menyatakan, terdakwa Tjioe Liong Heeng bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana pasal 378 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Menuntut majelis hakim yang memeriksa perkara untuk menjatuhkan hukuman penjara terhadap terdakwa Tjioe Liong Heeng selama tiga tahun,” kata JPU Andhy dalam tuntutannya, kemarin.

JPU Andhy mengatakan, perkara tersebut berawal saat Hengky datang menemui pemilik showroom Kebun Kenap, yakni saksi Hartono di rumahnya di Jalan Pamularsih, Semarang, tepatnya pada Desember 2011. Dalam pertemuan itu, kedatangan terdakwa menawarkan kerja sama jual beli motor karena dia mengaku memiliki pengalaman kerja ikut lelang motor tarikan dari lembaga pembiayaan atau leasing.

Kemudian, pada Januari 2012, terdakwa dan saksi M. Sulthon diperintahkan Hartono untuk mencari kontrakan rumah atau toko untuk showroom jual beli motor. Tepatnya sekitar 17 Februari 2012, dibuatlah surat perjanjian sewa menyewa antara pemilik ruko, Asroh dengan Hartono selaku penyewa. Ruko itu lalu resmi ditempati untuk showroom jual beli motor pada 18 Februari 2012. Selanjutnya, Hartono mengutus istrinya, saksi Siti Mustakimiah Leny melakukan transfer dana dari rekening Hartono.

Setelah itu, Siti Mustakimiah melakukan transfer ke nomor rekening terdakwa untuk pembelian pertama pada 3 Februari 2012. Dari situ, terdakwa mendapatkan lelang motor dari WOM yang pertama kali dan membeli tujuh unit motor. Pembelian terus dilakukan hingga pada Sabtu, 29 Februari 2016, saksi M Sulthon pegawai Show Room diperintah Hartono mengecek motor dan mencatat posisinya saat itu ada 46 unit motor dengan jumlah modal Rp 360 juta.

Kemudian saksi Siti Mustakimiah sempat menanyakan uang bagi hasil bulan Februari 2016 yang seharusnya disetorkan pada 21 Februari 2016. Namun, terdakwa belum bisa memberikan kejelasan.

Sulthon juga menanyakan terdakwa atas motor yang terjual lewat leasing tapi hampir satu bulan uangnya belum cair. Terdakwa pun berbelit-belit, hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Gayamsari. Kerugian atas perbuatan terdakwa sebesar Rp 350 juta. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,295FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News