RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persegeran menuju pasar online mulai merambah ke berbagai sektor, termasuk dunia perhotelan. Menjaga harga tetap stabil, menjadi tantangan utama dalam pasar tersebut.

“Pergeseran dari pasar konvensional ke online kini mulai terasa. Sekitar 4 tahun lalu, pemesanan melalui pasar online hanya mencapai sekitar 5 persen. Kini, bisa mencapai 35 persen,” ujar General Manager Grand Candi Hotel, Julia SKB, baru-baru ini.

Menurutnya, berbeda dengan pasar konvensional yang cenderung cukup stabil, pasar online justru sangat dinamis. Dalam hitungan jam, harga di pasar online bisa berubah. Saat pasar sedang turun, harga bisa turun. Sebaliknya saat permintaan tinggi, harga jual bisa jauh lebih tinggi dari pasar konvensional. “Di satu sisi, harga yang tidak stabil ini kurang begitu bagus karena dapat merusak pasar,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Julia, justru disini tantangannya. Pertumbuhan pasar tersebut cukup tinggi dan tidak dapat terelakkan. Oleh karena itu, tantangan ke depan bagi sektor perhotelan yaitu menstabilkan harga di pasar tersebut.

Online ini segmen yang tidak bisa kita anggap enteng, karena itu harus kita garap dengan baik. Tidak hanya banyaknya jumlah kamar yang terjual, tapi nominal juga harus tinggi. Kecuali hotel mau kerja bakti, kamar penuh tapi laba tidak ada karena harga jual yang terlalu rendah,” ujarnya.

Meski begitu, sejauh ini konsumen yang menggunakan pasar konvensional juga tergolong masih cukup banyak. Karena baik pasar online maupun konvensional masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Kalau online lebih ketat, seperti pembayaran harus hari itu juga, pembayaran tidak bisa dibatalkan dan lain-lain. Sedangkan konvensional lebih fleksibel, diantaranya terkait perubahan jadwal maupun pembatalan,” ujarnya. (dna/ric)