33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Puting Beliung Terjang Dusun Kepundung

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – BPBD Kabupaten Semarang masih menghitung besaran kerugian dari peristiwa angin puting beliung yang meluluh lantahkan beberapa rumah di Dusun Kepundung Desa Reksosari Kecamatan Suruh.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Suruh dan Kades setempat. “Besaran kerugian masih kita hitung, bantuan sosial akan diserahkan mengacu data assessment, “ ujar Heru, Senin (1/1).

Meski begitu, bantuan logistik untuk para warga dan relawan bencana yang kerja bakti membersihkan lokasi masih tetap diberikan. “Logistik untuk kerja bakti termasuk dukungan alat potong dan gergaji mesin tetap diberikan lebih awal,” katanya.

Dijelaskannya, angin puting beliung memporak-porandakan rumah warga Dusun Kepundung. Dalam bencana ini dua rumah warga rusak dan dua kandang ayam ambruk rata dengan tanah. Salah satu korban Saefudin, 34, warga Kepundung RT 08/RW 04, mengatakan saat kejadian ia sedang keluar rumah untuk mencari susu di daerah Kecamatan Suruh.

Ia kaget saat kembali dan memasuki lorok masuk rumahnya yang sudah dipenuhi puluhan orang. Ternyata ia rumahnya sudah di terjang angin puting beliung. “Ini rumah ibu saya, Juwenah, 70, yang sekarang sedang menengok kelahiran cicitnya di Jakarta,” ujarnya.

Adapun bagian depan rumahnya dan bagian tengah serta dapur roboh karena kejatuhan pohon. Rumah dan teras tersebut tertimpa pohon sengon serta kelapa yang roboh akibat angin puting beliung. Praktis teras rumahnya ukuran 2,5 meter dan panjang 10 meter tertimba pohon. “Ini yang ambruk pohon sengon dan kelapa. Kalau pohon kelapa roboh sampai bagian dapur. Akibatnya rusuk rumah dan genteng pecah,” tuturnya.

Menurut estimasi dirinya, kerugian yang ia alami akibat peristiwa tersebut kurang lebih mencapai Rp 10 juta. Selain rumah Saefudin, dua kandang ayam milik Ridwan, 35, dan Mansur juga ambruk rata dengan tanah. Bahkan, kandang ayam milik Ridwan diisi ayam yang baru berusia 2 minggu. “Satu kandang terisi 3.200 ayam usia 2 minggu. Kalau anak ayam yang selamat, kami belum menghitungnya,” katanya.

Adapun ukuran kandang ayam tersebut yaitu 9 x 45 meter. Menurutnya, sedikitnya kerugian yang ia alami akibat peristiwa tersebut yaitu Rp 110 juta. “Terus satu lagi ukuran 14 x 2,8 kerugian Rp 15 juta, asbesnya terbawa angin,” ujar Ridwan. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Film Dokumenter “Jejakmu” Karya Tim Inspiratif PKM-M UPGRIS

Perjalanan hidup RA Kartini yang difilmkan oleh empat mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Film dokumenter berjudul “Jejakmu” itu bahkan lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional...

Ajak Pedagang Bersih Pasar

WONOSOBO – Ajakan pada pedagang pasar tradisional agar menjaga kebersihan lingkungan pasar terus dilakukan oleh Kodim 0707 Wonosobo. Dipimpin Kasdim Masyor Inf Jaka Susila, akhir...

Napi Nusakambangan Kendalikan Sabu

MUNGKID—Napi Nusakambangan diduga masih bisa mengendalikan peredaran sabu-sabu hingga wilayah Kabupaten Magelang. Hal itu terungkap saat polisi menangkap Wahyu Try Wibowo, 25, warga Punduhan...

Loloskan Atlet Sebanyak Mungkin

SEMARANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kota Semarang kembali membidik gelar juara umum dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng yang akan di...

Api Ludeskan Penyulingan Minyak Daun Cengkih

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO—Kebakaran menghanguskan pabrik penyulingan minyak daun cengkih dan nilam di RT 03 RW 01 Dusun Munggang Desa Karanggedang Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, Kamis...

Tarif Naik, Layanan Diminta Ditingkatkan

SEMARANG – Pimpinan DPRD Jateng menilai banyak berita hoax yang meresahkan masyarakat terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif...