33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Pakai Gas Melon, Resto Ditindak

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Resto-resto menengah ke atas yang masih menggunakan gas melon alias elpiji bersubsidi 3 kilogram, bakal ditindak tegas oleh polisi. Hal serupa juga dilakukan pada pemilik usaha lainnya. Mereka tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg, karena elpiji yang dimaksud, hanya diperuntukkan bagi warga miskin.

Penindakan menyusul perintah lisan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono tentang penggunaan elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi, Minggu (31/12/2017) sore, melakukan sidak. “Kami terpaksa melakukan sidak, dengan menyisir beberapa tempat usaha menengah ke atas,” kata Kholid.

Hasil pengecekan di beberapa tempat usaha, terungkap, dua resto di Jalan Tentara Pelajar dan usaha peternakan ayam di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, menggunakan epliji 3 kg. “Ini kan pelanggaran, seharusnya mereka sudah tidak menggunakan elpiji bersubsidi,” kata Kholid.

Pihaknya mengimbau dan mengingatkan oknum-oknum yang masih menggunakan gas 3 kg untuk beralih ke gas nonsubsidi. Hal itu dilakukan agar ketersediaan elpiji 3 kg terjaga di pasaran dan peruntukannya tepat sasaran. “Gas bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin serta para pelaku usaha kecil.”

AKP Kholid berjanji, pihaknya akan terus menyisir tempat-tempat usaha yang terindikasi masih menggunakan gas bersubsidi. “Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka paham.”

Terpisah, Tim Satgas Pangan Polres Temanggung juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penggunaan gas elpiji 3 kilogram pada seluruh warung makan yang tersebar di wilayah Kabupaten Temanggung. Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan gas tiga kilogram tepat sasaran dan untuk mengetahui stok gas elpiji selama liburan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, sebagai upaya antisipasi terjadinya penimbunan dan pengoplosan gas elpiji.

“Bagi yang kedapatan memakai gas ukuran tiga kilogram, kami berikan pembinaan yang selanjutnya diarahkan untuk beralih memakai gas nonsubsidi serta dibuatkan surat pernyataan agar tidak lagi menggunakan gas subsidi,” terang Dwi di sela-sela pemantauan warung makan, di wilayah Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Minggu (31/12).

Dwi mengungkapkan, meski saat ini belum menemukan adanya penimbunan dan pengoplosan, namun pihaknya terus bekerja keras melakukan pengecekan dan penyelidikan di lapangan. Selain antisipasi kelangkaan gas elpiji, Satgas Pangan juga akan melakukan sidak ke pasar-pasar, agar momentum libur panjang akhir tahun ini tidak dimanfaatkan oleh oknum penjual dengan menaikkan harga kebutuhan pokok. “Berdasarkan pantauan, harga kebutuhan pokok juga relatif stabil,” jelasnya. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...