33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Pak Dirman Ajak Keluarga Wisata Religi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Di penghujung tahun 2017 calon gubernur Jawa Tengah yang diusung Gerindra, PAN, dan PKS, Sudirman Said mengajak keluarga besarnya berwisata mengunjungi sejumlah situs religi di Semarang, Minggu (31/12) kemarin. Kunjungan dimulai dari Gereja Blendug, kemudian ke Klenteng Sam Pho Kong, lanjut ke Masjid Raya Jawa Tengah di kawasan Gayam Sari, lalu ke Vihara Buddhagaya Watugong, dan terakhir mengunjungi Candi Gedong Songo.
“Anak-anak kebetulan bisa kumpul semua, liburan akhir tahun. Yang di Aceh, Surabaya, dan Jogjakarta, semua bisa pulang. Ada yang mengusulkan mengunjungi tempat-tempat ibadah bersejarah. Saya setuju,” kisah Pak Dirman mengenai ide mengunjungi tempat-tempat ibadah bersejarah yang ada di Semarang.

Usai berwisata religi, Pak Dirman menyampaikan, Jawa Tengah bisa menjadi pusat wisata religi, bukan saja nasional, tapi juga global. Wisatawan dapat melihat situs-situs agama tertua, serta mengetahui interaksi antar umat beragama yang damai di Jawa Tengah.

Candi-candi besar, baik Hindu maupun Budha seperti Prambanan dan Borobudur ada di Jateng. Aktivitas dakwah Walisongo menyebarkan agama Islam di sepanjang pesisir Jateng adalah proses penyebaran agama Islam yang fenomenal dengan pendekatan kultural. Jejaknya juga masih bisa dijumpai di Jateng.

Kemudian cerita mendaratnya Laksamana Cheng Ho yang sangat kaya pembelajaran. Ada pagoda tua yang masih sangat terpelihara. Sekolah seminari  tertua ada di Mertoyudan, Magelang. “Semuanya merupakan penanda penting bagaimana kehidupan beragama di Jateng berjalan dengan penuh damai,” ujar dia.
Suasana seperti ini harus terus dijaga dan dipertahankan. Bahkan, jika kelak terpilih sebagai Gubernur Jateng, Pak Dirman bertekad terus menjaga harmoni di Jateng, sebagaimana yang ia jalani selama ini.

“Rekam jejak dan pergaulan saya sejak dulu memang ada di lingkungan yang majemuk. Sudah lebih dari 15 tahun sekretaris saya seorang Tionghoa profesional. Waktu saya menteri, ajudan saya perwira Kopasus beragama Katholik. Sahabat dekat selama kuliah aktivis Hindu yang taat. Di dunia korporasi dan politik, saya banyak punya teman dekat dari mancanegara,” urai dia.

Pak Dirman juga akan berupaya membantu menjadikan Jateng sebagai pusat wisata religi nasional maupun internasional. Untuk itu, sejumlah hal perlu dibenahi, di antaranya sarana dan prasarana fisik, serta pembenahan manajemen. “Kami perlu menyusun banyak narasi untuk tempat-tempat ibadah  bersejarah di Jawa Tengah,” pungkas dia. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Es Caisin, Peluang Usaha yang Kompetitif dan Edukatif

MAGELANG--Daun caisin atau sawi hijau merupakan salah satu jenis tumbuhan sayuran yang sangat mudah dijumpai di seluruh Indonesia,  salah satunya di daerah Magelang. Mayoritas...

Bersihkan Lumpur Banjir

Sejumlah pedagang Pasar Waru dan pekerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang bergotong royong membersihkan genangan lumpur, di kawasan pasar, Senin (4/12). Akibat diguyur hujan...

Bandara Baru Ditargetkan Fungsional 2 Juni

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang diharapkan selesai sesuai target yang ditetapkan. Bandara baru tersebut ditargetkan sudah beroperasi pada 2 Juni...

Pemerintah dan DPRD Sepakat 6 Raperda Dibahas Lebih Lanjut dalam Pansus

WONOSOBO – Pemerintah dan DPRD sepakat enam raperda dibahas bebih lanjut dalam Panitia Khusus (Pansus). Hal ini menjadi kesepakatan dalam rapat paripurna yang digelar Rabu,...

Ubah Mindset, Sampah Bisa Jadi ‘Mata Uang’

Reanes Putra Tito M mengembangkan bisnis sampah lewat sistem berbasis digital. Melalui startup yang dibuatnya, siapapun bisa ikut membantu menjaga lingkungan dengan menjual sampahnya...

Proyek Kampung Bahari Belum Selesai

RADARSEMARANG.COM - Pembangunan taman dan jalan untuk proyek Kampung Bahari Tambaklorok Semarang sudah lama berhenti. Belum diketahui kapan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan, sementara...