33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Kontraktor Trotoar Terancam Black List

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Kalangan dewan mempertanyakan proyek pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Fatmawati yang dinilai belum selesai. Padahal, saat ini sudah melewati tanggal batas akhir pengerjaan proyek tersebut. Mereka meminta pemkot tegas menyikapi permasalahan ini.

Anggota Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Salatiga Suniprat menandaskan, rekanan pemkot yang tidak selesai dalam mengerjakan proyek harus mendapatkan sanksi. Dan jika keterlaluan, sudah saatnya rekanan itu masuk daftar hitam alias di-black list.

“Kalau tidak selesai mestinya kena penalti. Dan rekanan yang tahun ini tidak selesai dalam mengerjakan pekerjaannya, harus dicatat dan jika perlu masuk ke black list saja,” tegas politisi PDIP tersebut. Berkait dengan pengerjaan trotoar, rencananya pada Selasa (2/1) ini dewan akan meninjau lokasi untuk melihat langsung dan menentukan sikap.

Dalam pantauan wartawan, pada proyek trotoar tersebut memang ada beberapa pekerjaan yang belum selesai. Pemasangan keramik belum tuntas sehingga masih banyak lokasi yang berlubang serta ada yang belum dipasangi lampu hiasan. Selain itu, banyak bola beton yang belum tertata.

Di sisi lain, warga juga ada yang mempertanyakan pemasangan guiding block bagi penyandang tunanetra yang tidak berada di tengah trotoar, melainkan mepet dengan pot. Bahkan ada trotoar yang akses jalannya nyaris tertutup oleh pohon. “Kalau seperti ini, orang yang berjalan kaki kemungkinan turun ke bahu jalan karena sangat sempit,” jelas Septa, 42, warga Sidorejo.

Sayangnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Salatiga Agung Hendratmiko hingga kemarin sore belum bisa dikonfirmasi. Namun pada jumpa pers yang digelar Humas Setda Pemkot beberapa waktu lalu disebutkan jika seluruh pekerjaan akan selesai pada 31 Desember 2017.

Sebagaimana diketahui, Pemkot menggelontorkan dana besar untuk mempercantik wajah kota dengan membangun sejumlah trotoar. Di tahun 2017, dana yang digelontorkan mencapai angka Rp 37 miliar. Pembangunan trotoardi Jalan Jenderal Sudirman mulai dari depan Bank Salatiga hingga depan kampus UKSW dan Jalan Fatmawati di batas kota Blotongan serta Jalan Hasanudin.

Pembangunan wajah kota dengan membangun trotoar ini akan terus berlanjut, karena di tahun 2018 ini, DPU sudah menganggarkan Rp 106 miliar untuk membangun trotoar di sejumlah lokasi. Antara lain di Jalan Sukowati, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Adi Sucipto, Jalan Kartini Margosari (sebelah utara), Mangunsari, dan Jalan Hasanudin. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Perbaikan Jalan Diharapkan Sesuai Jadwal

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Dalam rapat kordinasi antara Komisi C dengan beberapa organisasi pemerintah daerah (OPD), Selasa (5/6) kemarin, Komisi C menutut agar Pemda segera...

Terobos Palang Pintu, Tewas Disambar KA 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Nasib malang yang dialami Abdul Qoyyim, 60. Warga Dukuh Jagalan, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu,  harus meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan setelah...

Tertib Lalin Sejak Dini

MAGELANG – Sekitar 160 polisi cilik berkumpul di Atrium Artos Mall Magelang, Sabtu (4/3). Mereka mengikuti lomba baris-berbaris dan senam lalu lintas polisi cilik...

Siap Cetak Atlet Muaythai Nasional

SEMARANG – Meski belum lama berdiri, Sasana Lindu Aji ‘Yudhistira’ mampu menorehkan prestasi. Berkat latihan keras para atletnya, Yudhistira mampu meraih juara umum ketiga...

CCAI Beri Santunan 100 Anak Yatim Piatu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG– Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggelar buka puasa bersama masyarakat sekitar pabrik di aula CCAI Bawen. Pada kesempatan tersebut CCAI menyerahkan santunan kepada...

Kayanya Indonesia

”Q, kok nggak ditulis tuh baju adat Lampung yang juara di Istana Merdeka?" tanya istri saya kemarin (18/8).   Q adalah panggilan sayang istri kepada saya....