33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Menjadi Guru Bahasa Jawa Zaman Now

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – SISWA yang lahir pada masa kini (zaman now) merupakan generasi yang sangat melek dengan teknologi. Mereka hidup pada abad yang penuh gejolak dan perubahan dalam bidang perkembangan Teknologi Informasi (TI).  Kehidupannya serba digital yang dominan di jarinya. Dalam satu sentuhan klik di layar gawai (gadget), mereka mampu mendapatkan berbagai ragam informasi. Kehidupan yang benar-benar praktis bagi generasi milenium.

Lalu bagaimana dengan guru-guru mereka, terutama guru bahasa Jawa di sekolahnya? Para guru yang lahir jauh sebelum generasi melinium sering mengalami kegagapan dalam menerima keadaan dan kemajuan Teknologi Informasi.  Sering terjadi, guru hanya terpaku pada buku pelajaran, bahkan mengharuskan siswa untuk menghafalkan isinya. Tentu saja hal ini akan menjadi beban bagi para siswa yang lebih senang menggunakan media internet. Tidak dapat dipungkiri, melalui media internet  semua informasi akan didapatkannya secara cepat meskipun perlu dicermati kebenarannya.

Namun demikian, penggunaaan media internet saat ini dianggap efektif karena semua info yang diinginkan sudah tersedia dalam satu wadah yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kesenjangan siswa dan guru dalam pembelajaran khususnya dalam hal penguasaan IT.

Sebenarnya ada sisi positif yang dapat diambil. Guru semakin dipermudah karena tidak perlu lagi mencari sumber pembelajaran yang menyulitkan siswa. Namun demikian, bimbingan guru sangat diperlukan. Bagaimanapun juga kehadiran seorang guru mutlak diperlukan secanggih apapun media yang digunakan siswa. Oleh karena itu, agar dapat mendampingi dan membimbing siswa, maka  guru harus  melek IT seperti siswanya.

Jangan pernah menyerah dan terhalang usia. Guru harus senantiasa berupaya meningkatkan kompetensinya. Jika demikian, guru akan cerdas menyiasati pelaksanaan pembelajaran tersebut di kelas, dengan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.  Sebab, suasana pembelajaran yang menyenangkan akan mempermudah siswa dalam menerima dan memahami materi pembelajaran dengan lebih baik dan maksimal. Akhirnya, tujuan pembelajaran yang telah dirumuskann di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat tercapai.

Mata pelajaran bahasa Jawa di Jawa Tengah, merupakan pelajaran muatan lokal wajib yang harus dilaksanakan di semua jenjang sekolah. Akan tetapi kehadiran bahasa Jawa ini di mata siswa sering kurang diminati. Hal ini dikarenakan adanya opini bahwa belajar bahasa, sastra, dan budaya Jawa identik dengan kemunduran. Untuk mengatasi hal tersebut guru Bahasa Jawa dituntut agar mampu menunjukkan action yang dapat mengikis opini tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan oleh guru bahasa Jawa? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut antara lain:

Pertama, guru bahasa Jawa harus melek IT. Hal ini dikandung maksud agar guru bahasa Jawa mampu menciptakan pembelajaran bahasa Jawa yang memilki fungsi adaptif dan fleksibel. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan pendidikan masa kini seiring dengan kemajuan bidang sains dan teknologi. Pada  era globalisasi ini, penggunaan Teknologi Informasi dalam bidang pendidikan memberi implikasi baru yang lebih efektif dalam proses pembelajaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Angkot Mogok, Pelajar Keleleran

MAGELANG–Mogok masal angkutan umum di Kota Magelang sebagai bentuk protes keberadaan ojek online, menyebabkan anak-anak sekolah dan warga kesulitan beraktivitas. Saat jam pulang sekolah...

Bisnis Ritel Bersaing dengan Online

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Perkembangan belanja online mulai memberikan imbas pada bisnis ritel modern. Menghadapi persaingan ini, pusat perbelanjaan modern di Magelang memperbanyak event untuk...

Penggelap Duit Notaris Divonis Satu Tahun

WONOSOBO—Danik Kholifah, terdakwa penggelapan uang kantor notaris milik Bambang Anom Widyo Putro, divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wonosobo. Danik dinyatakan...

Ida Masak untuk Sarapan Tuan Rumah

RADARSEMARANG.COM, CILACAP-Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah menyempatkan diri memasak, saat berada di kediaman Ketua PC Muslimat Kabupaten Cilacap Nasyirotuddiniyah, Minggu (13/5). Hasil masakan...

Puluhan Penyandang Risiko Sosial Terima Bantuan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 86 penyandang risiko sosial memperoleh bantuan dari Pemkab Semarang. Kepala Dinas Sosial, Gunadi menjelaskan semua penerima bantuan tersebut termasuk kategori...

Santri Tidak Mudah Mengafirkan Orang Lain

SEMARANG - Di tengah iklim politik yang memanas dan rentan terpecah belah, maka komitmen dan semangat kebangsaan harus dibangkitkan. Karena itu, santri harus menjadi pelopor...