33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Kursi Stadion Citarum Dipasang Selang-Seling

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kursi penonton di tribun timur Stadion Citarum Semarang yang dikeluhkan karena pemasangannya terlalu mepet akhirnya dibongkar sebagian. Pembongkaran kursi penonton senilai Rp 7,95 miliar ini menjadi tanggung jawab pihak kontraktor  pelaksana, PT  Idola Aerindo Jaya.

“Sudah saya evaluasi. Sudah dibuka (bongkar), sekarang ini sudah selesai, dibuat selang-seling, bagian atas isi, baris bawahnya dibongkar, dan seterusnya. Sekarang sudah jadi longgar, enak dan nyaman,” kata Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Agus Riyanto.

Dijelaskan, masalah tersebut terjadi karena kondisi lantai trap Stadion Citarum sudah ada sejak dahulu. Hanya dilakukan pemasangan kursi saja. “Ini berbeda dengan Tri Lomba Juang (TLJ) yang direncanakan mulai dari trap beserta kursinya sehingga klop. Tapi, kalau di Citarum sudah ada trapnya, kemudian menyediakan kursi tribun. Otomatis kalau di TLJ sinkron. Tapi di Citarum kalau disusun dalam kondisi sudah ada lantai trapnya ya seperti itu. Akhirnya ya kami lebarkan,” jelasnya.

Ia mengaku mengetahui masalah tersebut setelah ada laga ujicoba antara PSIS dengan PPLM Jakarta, Kamis (28/12) sore lalu.  Masalah itu mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial. “Hari itu juga, kami langsung melihat di lapangan dan lakukan evaluasi. Yaudah diambil (dilepas) satu (baris) biar nyaman. Sekarang sudah bagus. Kursi yang dibongkar disebarkan atau dipasang di lokasi lain. Kan masih ada tempat. Tidak mengurangi kapasitas tempat duduk. Yang penting sekarang tempat duduk penonton sudah nyaman. Memang itu bagian evaluasi kami,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Semarang, Gurun Risyatmoko, mengatakan hingga saat ini hasil pembangunan Stadion Citarum belum diserahterimakan kepada pihaknya. “Pembangunan Stadion Citarum belum ada serah terima. Pembangunan ini ditangani oleh Dinas Tata Ruang Kota Semarang. Bukan Dispora. Nanti kalau sudah selesai semuanya baru diserahkan kepada kami pengelolaannya,” kata Gurun, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (31/12).

Sama seperti pembangunan GOR Tri Lomba Juang yang ditangani oleh Distaru Kota Semarang, kemudian setelah selesai pembangunan diserahkan pengelolaannya kepada Dispora. “Terus terang, kami belum bisa menanggapi soal itu, karena belum ada serahterima,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono meminta masalah tersebut perlu dilakukan pengecekan  untuk mengetahui apakah itu merupakan kesalahan perencanaan atau kesalahan pelaksanaan pembangunan oleh kontraktor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Mengelola Ego Keberagaman Untuk Nasionalisme Ke-Indonesiaan

ISU kebangsaan belakangan ini menjadi isu menarik dibahas, di tengah munculnya kegaduhan sosial politik, sebagai implikasi pilkada yang disertai munculnya isu agama dibawa ke...

HIV/AIDS Tinggi, Raperda Dikebut

MAGELANG—Sebanyak 119 warga Magelang menderita HIV/AIDS. Catatan dari Dinas Kesehatan Kota Magelang mengungkap, tercatat 112 penderita HIV sejak 2004 silam. Jumlah ini terus bertambah...

Gemar Bercerita Karena Gemar Membaca

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebagai upaya meningkatkan literasi di kalangan siswa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Batang, menggelar lomba bercerita. “Dengan gemar membaca maka mereka...

Raih Penghargaan dari Menristekdikti

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Universitas Tidar Magelang mendapatkan penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dengan Rapor Terbaik ke-2 dalam Pelaksanaan Program, Kegiatan dan Anggaran...

Bupati Intensifkan Mengajar Budi Pekerti di Sekolah

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Sudah menjadi sebuah tradisi, setiap kali kunjungan kerja pada program “Ngudo Roso” ke desa pelosok, Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono...

Disperindag Sidak Produsen Mainan Anak

SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah industri mainan anak terkait kualitas Standar Industri Nasional (SNI). Jika...