31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Kursi Stadion Citarum Dipasang Selang-Seling

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kursi penonton di tribun timur Stadion Citarum Semarang yang dikeluhkan karena pemasangannya terlalu mepet akhirnya dibongkar sebagian. Pembongkaran kursi penonton senilai Rp 7,95 miliar ini menjadi tanggung jawab pihak kontraktor  pelaksana, PT  Idola Aerindo Jaya.

“Sudah saya evaluasi. Sudah dibuka (bongkar), sekarang ini sudah selesai, dibuat selang-seling, bagian atas isi, baris bawahnya dibongkar, dan seterusnya. Sekarang sudah jadi longgar, enak dan nyaman,” kata Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Agus Riyanto.

Dijelaskan, masalah tersebut terjadi karena kondisi lantai trap Stadion Citarum sudah ada sejak dahulu. Hanya dilakukan pemasangan kursi saja. “Ini berbeda dengan Tri Lomba Juang (TLJ) yang direncanakan mulai dari trap beserta kursinya sehingga klop. Tapi, kalau di Citarum sudah ada trapnya, kemudian menyediakan kursi tribun. Otomatis kalau di TLJ sinkron. Tapi di Citarum kalau disusun dalam kondisi sudah ada lantai trapnya ya seperti itu. Akhirnya ya kami lebarkan,” jelasnya.

Ia mengaku mengetahui masalah tersebut setelah ada laga ujicoba antara PSIS dengan PPLM Jakarta, Kamis (28/12) sore lalu.  Masalah itu mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial. “Hari itu juga, kami langsung melihat di lapangan dan lakukan evaluasi. Yaudah diambil (dilepas) satu (baris) biar nyaman. Sekarang sudah bagus. Kursi yang dibongkar disebarkan atau dipasang di lokasi lain. Kan masih ada tempat. Tidak mengurangi kapasitas tempat duduk. Yang penting sekarang tempat duduk penonton sudah nyaman. Memang itu bagian evaluasi kami,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Semarang, Gurun Risyatmoko, mengatakan hingga saat ini hasil pembangunan Stadion Citarum belum diserahterimakan kepada pihaknya. “Pembangunan Stadion Citarum belum ada serah terima. Pembangunan ini ditangani oleh Dinas Tata Ruang Kota Semarang. Bukan Dispora. Nanti kalau sudah selesai semuanya baru diserahkan kepada kami pengelolaannya,” kata Gurun, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (31/12).

Sama seperti pembangunan GOR Tri Lomba Juang yang ditangani oleh Distaru Kota Semarang, kemudian setelah selesai pembangunan diserahkan pengelolaannya kepada Dispora. “Terus terang, kami belum bisa menanggapi soal itu, karena belum ada serahterima,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono meminta masalah tersebut perlu dilakukan pengecekan  untuk mengetahui apakah itu merupakan kesalahan perencanaan atau kesalahan pelaksanaan pembangunan oleh kontraktor.

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here