33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Pemda Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sepanjang 2017, masyarakat secara perorangan maupun organisasi mulai banyak mengadukan permasalahannya ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah terkait pelayanan publik. Adapun tingkatan yang paling banyak diadukan adalah pemerintah daerah (pemda) mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan maupun kabupaten dan kota mencapai 40 persen. Di urutan kedua, instansi penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan mencapai 11 persen. Berikutnya, instansi pemerintah/kementerian di wilayah Provinsi Jateng mencaapi 10 persen.

“Sebanyak 64 persen laporan yang masuk kepada kami telah diselesaikan, sisanya 36 persen masih dalam proses pemeriksaan. Laporan yang masih berjalan, karena sebagian besar merupakan laporan yang masuk pada kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni sebanyak 69 laporan,” beber Plt Kepala ORI Jateng, Sabarudin Hulu kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (29/12).

Diakuinya, terkait dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik mengalami peningkatan cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir. Ia menyebutkan, selama  2017, pihaknya menerima dan menindaklanjuti 248 pengaduan masyarakat. Jumlah tersebut meningkat 29 persen dari laporan yang diterima pada 2016 lalu. Bahkan, mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan laporan yang diterima pada 2015.

“Peningkatan jumlah laporan kepada Ombudsman seiring dengan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat maupun Konco Ombudsman terkait pengawasan pelayanan publik untuk mencegah terjadinya maladministrasi,”ujarnya.

Pihaknya mengajak masyarakat dengan berbagai komunitasnya untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan pengaduan demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Menurutnya, dalam kurun waktu 2017, lebih dari 1.000 orang mengakses pelayanan ORI Jateng.

Sabarudin menyebutkan, jumlah itu meliputi akses penyampaian laporan terbanyak melalui surat dengan persentase 38 persen. Kemudian 36 persen, masyarakat memilih datang langsung menyampaikan pengaduan, sementara sisanya mengakses layanan melalui telepon, email, media sosial dan website.

Ia mengatakan, masyarakat yang melapor kebanyakan didominasi perorangan maupun korban maladministrasi. Selain itu, akses pengaduan sebagian kecil juga dilakukan melalui kuasa hukum, keluarga korban, organisasi masyarakat, kelompok masyarakat, media, lembaga hukum dan lainnya.

“Kami mendorong masyarakat yang menjadi korban maladministrasi untuk dapat menyampaikan laporan secara langsung kepada kami tanpa melalui kuasa. Tidak perlu khawatir karena pengaduan tidak dipungut biaya,” tandasnya.  (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Perkuat Nasionalisme, Warga Genuk Gelar Kirab Kebangsaan

SEMARANG—Ratusan warga Kecamatan Genuk menggelar kirab bendera kebangsaan, Kamis (21/9). Peserta kirba mulai anak-anak hingga orang tua. Mereka membawa bendera merah putih mulai dari...

Waspada Kanker pada Anak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penyakit kanker saat ini tidak hanya menyerang orang dewasa. Beberapa tahun terakhir anak-anak pun menjadi penderita kanker. Menurut data World Health...

Pemkab dan STIEPARI Gelar Kuliah Umum Diikuti Mahasiswa Peraih Beasiswa

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang menggelar kuliah umum di pendopo belakang kabupaten, Jalan Kiai Singkil,...

UNBK Selesai, Siswa Lega

DEMAK-Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs dan yang sederajat resmi berakhir, Senin (8/5) kemarin. Hal tersebut mengundang kelegaan tersendiri bagi siswa, salah...

Kader PDI P Bentuk Koreografi Unik

MUNGKID - Sedikitnya 2.000 pengurus ranting PDI Perjuangan Kabupaten Magelang mengikuti apel siaga di Lapangan Drh Soepardi, Mungkid Kabupaten Magelang, Minggu (5/2). Melalui sebuah...

PKL Barito Tolak Pembongkaran Kios

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sejumlah Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Barito menolak upaya pembongkaran kios-kios yang dilakukan oleh ratusan aparat gabungan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Satpol PP dan...