33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Pemda Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sepanjang 2017, masyarakat secara perorangan maupun organisasi mulai banyak mengadukan permasalahannya ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah terkait pelayanan publik. Adapun tingkatan yang paling banyak diadukan adalah pemerintah daerah (pemda) mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan maupun kabupaten dan kota mencapai 40 persen. Di urutan kedua, instansi penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan mencapai 11 persen. Berikutnya, instansi pemerintah/kementerian di wilayah Provinsi Jateng mencaapi 10 persen.

“Sebanyak 64 persen laporan yang masuk kepada kami telah diselesaikan, sisanya 36 persen masih dalam proses pemeriksaan. Laporan yang masih berjalan, karena sebagian besar merupakan laporan yang masuk pada kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni sebanyak 69 laporan,” beber Plt Kepala ORI Jateng, Sabarudin Hulu kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (29/12).

Diakuinya, terkait dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik mengalami peningkatan cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir. Ia menyebutkan, selama  2017, pihaknya menerima dan menindaklanjuti 248 pengaduan masyarakat. Jumlah tersebut meningkat 29 persen dari laporan yang diterima pada 2016 lalu. Bahkan, mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan laporan yang diterima pada 2015.

“Peningkatan jumlah laporan kepada Ombudsman seiring dengan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat maupun Konco Ombudsman terkait pengawasan pelayanan publik untuk mencegah terjadinya maladministrasi,”ujarnya.

Pihaknya mengajak masyarakat dengan berbagai komunitasnya untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan pengaduan demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Menurutnya, dalam kurun waktu 2017, lebih dari 1.000 orang mengakses pelayanan ORI Jateng.

Sabarudin menyebutkan, jumlah itu meliputi akses penyampaian laporan terbanyak melalui surat dengan persentase 38 persen. Kemudian 36 persen, masyarakat memilih datang langsung menyampaikan pengaduan, sementara sisanya mengakses layanan melalui telepon, email, media sosial dan website.

Ia mengatakan, masyarakat yang melapor kebanyakan didominasi perorangan maupun korban maladministrasi. Selain itu, akses pengaduan sebagian kecil juga dilakukan melalui kuasa hukum, keluarga korban, organisasi masyarakat, kelompok masyarakat, media, lembaga hukum dan lainnya.

“Kami mendorong masyarakat yang menjadi korban maladministrasi untuk dapat menyampaikan laporan secara langsung kepada kami tanpa melalui kuasa. Tidak perlu khawatir karena pengaduan tidak dipungut biaya,” tandasnya.  (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siapkan 2 Bus Gratis

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Pemkot Magelang telah menyediakan dua armada bus untuk melayani mudik gratis bagi warga Kota Magelang yang ada di perantauan, khususnya dari...

Komisi D DPRD Kota Kunjungi Panti Asuhan

SEMARANG - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali mengadakan kunjungan lapangan. Kali ini komisi yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat ini...

Festival Ngangklang Jadi Magnet Ribuan Warga

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Festival Ngangklang Gus Alam yang dihelat setiap akhir 26 Ramadan, jadi magnet warga. Ribuan warga Kaliwungu dan sekitarnya, tumplek-blek di Alun-Alun Kaliwungu untuk...

Tengkulak Jangan Permainkan Harga

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Para tengkulak diharapkan tidak permainkan harga cengkeh di pasaran. Hal itu dikatakan oleh beberapa petani cengkeh di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran...

PSIS (1) vs (0) Persipon

SEMARANG - Tim PSIS Semarang sukses mewujudkan ambisinya untuk mengamankan poin penuh dalam laga kandang perdana di ajang Liga 2, Kamis (27/4) tadi malam. Tim...

D3 Farmasi UM Magelang Gelar Workshop Farmasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Prodi D3 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang mengadakan workshop selama dua hari yakni Selasa dan Rabu (3-4/7) di Aula Fikes Kampus 2...