33 C
Semarang
Jumat, 30 Oktober 2020

Panjat Tembok, 7 Napi Kabur

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sebanyak tujuh orang warga binaan alias narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan melarikan diri, Jumat (29/12) siang. Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketujuh napi itu kabur sekitar tengah hari, pada saat para napi maupun petugas sedang melaksanakan salat Jumat. Para napi tersebut kabur dengan cara memanjat tembok Lapas Pekalongan setinggi kurang lebih 7 meter di sebelah utara.

Mereka memanjat tembok lapas menggunakan besi layos (tratak) atau besi tenda. Sebelumnya, besi layos milik Lapas Pekalongan tersebut sudah dipersiapkan sejak lama dan mereka sembunyikan di dasar kolam di dalam lingkungan lapas setempat.

Ketujuh napi yang kabur itu, yakni, Edi Gunawan alias Asiung, 40, Sony Willyam alias Jangkiz, 23, Samsudin alias Abang, 45, dan Fahrial Daulay, 38. Mereka adalah napi kasus narkoba. Selain itu, Salamudin alias Agam, 40, Firman Ramang Putra, 29, napi narkoba, dan Dwi Cahyono, 18, napi kasus pidana Perlindungan Anak.

Peristiwa kaburnya tujuh napi itu baru diketahui petugas sekitar pukul 13.30, setelah melihat ada kawat berduri di atas tembok lapas sebelah utara yang rusak. Begitu mengetahui ada napi yang kabur, petugas gabungan dari Satgas Kamtib Lapas Pekalongan bersama jajaran Polres Pekalongan Kota langsung melakukan pencarian. Mereka menyisir lingkungan sekitar Lapas Pekalongan. Termasuk menyisir semak-semak belukar dan rawa yang ada di sisi luar tembok lapas.

Tak berselang lama, sekitar pukul 13.50, salah satu napi yang kabur, atas nama Edi Gunawan alias Asiung, menyerahkan diri ke petugas. Yang bersangkutan kemudian diamankan di Lapas Pekalongan.

Berikutnya, berturut-turut empat napi lainnya berhasil ditangkap anggota Polres Pekalongan Kota. Para napi ini ketahuan bersembunyi di balik semak belukar dan rawa yang ada di sisi utara tembok lapas. Keempat napi yang ditangkap ini, atas nama Sony Willyam, Samsudin, Fahrial Daulay, dan Salamudin. Keempat napi ini selanjutnya diamankan di Mapolres Pekalongan Kota.

Sedangkan dua napi lainnya, atas nama Firman Ramang Putra dan Dwi Cahyono, hingga berita ini ditulis, Jumat (29/12) petang, masih belum tertangkap. Petugas gabungan dari Polres Pekalongan Kota, Lapas Pekalongan, dibantu TNI pun terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi, karena diduga kedua napi ini masih bersembunyi di balik rerimbunan semak belukar dan rawa-rawa di sekitar lapas.

Salah satu napi yang berhasil ditangkap, Salamudin, mengaku dirinya kabur dari dalam lapas karena ikut-ikutan teman-temannya yang sudah kabur terlebih dahulu. Diapun mengelak kalau hal itu sudah ia rencanakan sejak lama.

“Tadi mau salat Jumat, kami melihat sudah ada teman yang kabur, ya saya ikutan kabur. Tadi di situ sudah ada besi buat memanjat. Besi itu yang nyiapin temen kami yang sudah kabur dan belum tertangkap,” ujar napi kasus narkoba yang kena hukuman seumur hidup dan menghuni Blok V Lapas Pekalongan ini.

Salamudin menambahkan, dirinya merupakan satu dari ratusan napi asal Lapas Narkotika Jakarta yang beberapa waktu lalu dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Pekalongan. Satu napi lainnya, Samsudin mengakui kalau pelarian mereka itu sudah dipersiapkan sejak lama oleh napi bernama Dwi dan Firman, yang saat ini masih buron. Diungkapkan pula bahwa mereka menghuni Blok IV dan V Lapas Pekalongan. “Besi untuk memanjat sudah disiapin sejak lama, ditaruh di dalam kolam dalam lapas,” tuturnya. (jpg/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...