PERESMIAN: Sejumlah siswa tengah mengunjungi taman pemilu di KPU Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERESMIAN: Sejumlah siswa tengah mengunjungi taman pemilu di KPU Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data terhadap daftar pemilih sementara di seluruh kabupaten/kota di Jateng, sebelum memutuskan jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Sebab, salah satu syarat penggunaan hak pilih dalam Pilgub 27 Juni 2018 mendatang, harus memiliki KTP elektronik (E-KTP).

 

“Jika idak memiliki KTP elektronik dan tidak terdaftar di DPT, maka tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” tegas Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, disela peresemian Taman Pemilu di KPU Kendal, kemarin (29/12).

Diakuinya, di Jateng sendiri masih banyak warga yang belum memiliki KTP Elektronik. Makanya coklit dilakukan untuk mengetahui data pemilih yang sudah dan yang belum memiliki KTP elektronik.

“Selain itu untuk mengetahui pemilih yang sudah punya hak pilih tapi belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Termasuk para pemilih pemula,” tandasnya.

Dari data tersebut, KPU Jateng nantinya akan memfasilitasi warga jemput bola untuk melakukan perekaman E KTP sampai ke tingkat kecamatan. Sehingga dalam Pilgub Jateng 2018 nantinya  seluruh warga Jateng yang memiliki hak pilih bisa ikut menggunakan hak pilihnya.

Pendaftaran cagub dan cawagub Jateng sendiri rencananya akan mulai diumumkan pada 1-7 Januari 2018. Sedangkan untuk waktu pendafatan hanya tiga hari yakni 8-10 Januari 2018. Setelah itu kami lakukan penelitian administrasi dan tes kesehatan. “Baru 12 Januari 2018 kami tetapkan pasangan cagub dan cawagub,” tambahnya.

Ketua KPU Kendal, Wahidin Said mengatakan, jumlah warga Kendal yang  sudah memiliki E-KTP ada 94 persen atau 918.098 jiwa dari total penduduk Kendal sebanyak 976.700 jiwa. Sisanya enam persen atau sebanyak 58.602 jiwa belum ber-E KTP.  “Makanya ini dibutuhkan keaktivan dari KPU, Dispendukcapil dan warganya sendiri untuk melakukan perekaman E-KTP,” katanya. (bud/zal)