33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Kursi Stadion Akan Dibongkar

Proyek Stadion Citarum, Jarak Terlalu Sempit

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Kontraktor proyek pemasangan tempat duduk di tribun timur Stadion Citarum Semarang dinilai asal-asalan. Sebab, pemasangan kursi penonton itu diduga tidak sesuai spesifikasi, yakni jarak yang terlalu sempit antara kursi di depan dan di belakangnya. Bahkan saking sempitnya, jarak antara kursi tersebut tidak bisa dilewati penonton. Tak hanya itu, penonton yang duduk kesulitan meletakkan kaki.

Hal itu tampak saat laga uji coba PSIS Semarang melawan PPLM Jakarta, Kamis (28/12) sore. Ratusan pendukung tim berjuluk Mahesa Jenar itu mengeluhkan sempitnya tempat duduk di tribun timur. Mereka pun memilih duduk di atas sandaran kursi, yang membuat beberapa kursi warna kuning dan biru itu mengalami kerusakan. Tak hanya itu, penonton juga terpaksa menginjak-injak kursi, lantaran tidak ada celah di antara kursi depan dan belakang untuk berjalan.

Media Official Panser Biru, Abid Gibson Radityo, mengaku tidak nyaman dengan penataan kursi di tribun timur Stadion Citarum yang dinilai sangat sempit dan membuat penonton tidak nyaman.

“Sangat tidak bagus penataan kursinya. Untuk meletakkan kaki di depan kursi aja susahnya minta ampun. Jadi, ya sebaiknya ditata ulang. Biar kalau nonton sepak bola lebih nyaman, tidak seperti kondisi sekarang,” keluhnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang kemarin, belasan pekerja proyek tampak masih melakukan pemasangan kursi di tribun timur stadion milik Pemerintah Kota Semarang tersebut.

Radiyanto Firmansyah, pengawas proyek pembangunan Stadion Citarum, mengaku, spesifikasi kursi yang dipasang memang tidak sesuai. Akibatnya, jarak antar kursi terlalu sempit.

“Memang spesifikasinya tidak sesuai karena terlalu sempit. Pada uji coba PSIS kemarin, penonton lebih memilih duduk di sandaran kursi,” kata Radiyanto Firmansyah.

Dia menerangkan, sebetulnya pihak kontraktor  PT  Idola Aerindo Jaya sudah memiliki spesifikasi sendiri. Yakni, minimal jarak antara lapis tempat duduk di depannya sekitar 60 sentimeter. Panjang tempat duduk sendiri 40 sentimeter, sehingga masih ada jarak sekitar 20 sentimeter sebagai ruang penonton lewat atau meletakkan kaki saat duduk.

“Untuk tribun barat tidak ada masalah, karena memang panjang trap atau tribunnya sendiri 60 sentimeter. Yang kesulitan adalah pemasangan pada tribun timur yang sangat sempit. Trapnya hanya memiliki panjang sekitar 45 sentimeter,” jelasnya.

Proyek pemasangan kursi di Stadion Citarum total 3.920 kursi. Rinciannya, 1.774 kursi untuk tribun barat, dan 2.146 kursi untuk tribun timur. Kemarin belasan pekerja masih tampak sibuk memasang sisa kursi  yang belum terpasang. Padahal targetnya proyek tersebut selesai pada Jumat (29/12) kemarin.

“Kami harus melakukan planning lain, rencananya akan dibongkar lagi dan diberi jeda satu trap, sehingga ada ruang untuk penonton. Rencananya, akan kami lembur agar hari ini (kemarin, Red) bisa selesai,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hidup Sederhana dan Berbagi Sesama

MENJADI advokat memang rentan akan masalah hUkum. Untuk itu Theodorus Yosep Parera mempunyai cara khusus untuk terhindar atas masalah itu. Adapun cara yang ia...

Yunus dan Erik Terancam Absen

BATANG - Raihan satu poin PSIS atas Persibat di Stadion Moh Sarengat Batang kemarin harus dibayar mahal. Dua pilar mereka yaitu gelandnag M Yunus...

Dua Pemabuk Diciduk

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA – Dua pemuda ditangkap petugas patroli Polsek Pagedongan saat mebuk di sebuah gubuk tepi jalan Dukuh Kotak Amba Desa Lebakwangi Kabupaten Banjarnegara,...

Warga Berharap Jembatan Sunut Diperbaiki

UNGARAN–Warga di wilayah Desa Candirejo berharap agar Pemkab Semarang segera merealisasikan pembangunan Jembatan Sunut di Dusun Sapen. Pasalnya, dengan tewasnya warga setempat beberapa waktu...

Disorot, Kesadaran Perusahaan Rendah

SEMARANG- Tingkat kesadaran perusahaan di wilayah Jateng-DIJ untuk mendaftarkan atau memberikan jaminan sosial kepada karyawannya saat ini masih rendah. Bahkan baru ada 28 persen...

Gerakkan Ekonomi Warga Lewat Balkondes

MUNGKID – Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Magelang, kini memiliki Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang menjadi binaan bank BNI. Sebelumnya juga telah dirintis program Kampung...