33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Hanya Tiga Masuk 500 Besar Dunia

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kualitas pendidikan tinggi di Indonesia saat ini terus digenjot oleh Kementerian Riset dan Teknologi  Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dengan mendorong ekonomi digital. Pasalnya saat ini hanya ada 3 universitas di Indonesia yang masuk ranking 500 terbaik skala internasional.

Menristek Dikti, M. Nasir mengatakan agar kualitas pendidikan tinggi di Indonesia bisa bersaing di internasional, harus ada inovasi baik di tingkat program studi, fakultas ataupun universitas. Salah satunya menggenjot digitalisasi dan kemampuan bahasa asing. Apalagi hanya ada 3 universitas yang berhasil masuk ranking 500 besar.

“Perguruan tinggi harus masuk era digital, saingan kita bukan hanya dari dalam negeri saja, melainkan dari luar negeri. Hanya ada Universitas Indonesia yang duduk di peringkat 277, Insititut Teknologi Bandung (ITB) di peringkat 301 dan Universitas Gajah Mada (UGM) di peringkat 402. Lainnya diatas ranking 500 besar,” katanya dalam Rakor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Wilayah Kopertis VI Jateng, di Kampus Udinus, Kamis (28/12).

Inovasi yang dimaksud, lanjut Nasir adalah memanfaatkan era digital atau era ekonomi digital agar bisa mengubah metode pembelajaran. Selain sebuah tantangan sekaligus peluang, akan ada lompatan pada kualitas pendidikan jika perguruan tinggi di Indonesia mau melakukan inovasi. “Jika dilihat hampir semua lini sekarang sudah masuk ke dalam sistem digital. Bahkan kekuatan pasar dan ekonomi dunia ditopang oleh keberadaan sistem digital,” jelasnya.

Jika peluang dunia digital bisa dimanfaatkan, menurut Nasir perguruan tinggi di Indonesia bisa bersaing dengan perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Ia pun menekankan kepada semua universitas untuk menyiapkan atau membekali mahasiswanya dengan bahasa asing. “Bahasa asing terutama bahasa Inggris wajib dimiliki, selain itu juga soft skill. Pemerintah hanya bisa mendorong adanya perubahan dan inovasi agar kualitas pendidikan kita semakin baik. Selain itu rankingnya juga meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah,DYP Sugiharto menambahkan, selain untuk perguruan tinggi negeri, tantangan tersebut harus dihadapi oleh perguruan tinggi swasta. Untuk itu dirinya meminta pengurus perguruan tinggi swasta harus solid dulu secara internal. Setelahnya adalah melakukan inovasi di bidang digitalisasi.

“Jika solid dari dalam, tentu kualitas pendidikannya akan berjalan dengan baik. Untuk capaian saat ini di Jateng hanya ada 3 universitas swasta yang menyandang akreditasi A,” tambahnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

RSI Kendal Tambah 5 Dokter Spesialis

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal berupaya meningkatkan pelayanan kesehatannya. Salah satunya dengan menambah  jumlah dokter spesialis dan membangun gedung untuk menambah...

Satpol PP Sita Ratusan Karcis Palsu Dari Jukir di Parkiran Masjid Agung Demak

DEMAK - Petugas Satpol PP Pemkab Demak melakukan penertiban di sejumlah titik parkir kendaraan. Antara lain di depan Masjid Agung Demak, kawasan Pecinan Jalan...

Koran Berbahasa Inggris, Bukan Koran Inggris

JawaPos.com - Foto koran berbahasa Inggris dengan narasi yang mengkritik pemerintah berseliweran di Facebook dan Twitter kemarin (7/2). "Koran Inggris semprot Ngaciro. BUMN ngutang...

Eksekutif ’Cuci Tangan’

UNGARAN - Setelah kasus penjiplakan Raperda Penanggulangan Kemiskinan terkuak dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (20/2) lalu, pihak eksekutif saat ini seakan ingin...

Hindari Pemilih Ganda, Terapkan Sistem Online

SEMARANG – Proses pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang digelar dengan cara yang berbeda. Pesta demokrasi di kampus yang...

Guru SMP Tertipu Penggemukan Kambing

SALATIGA – Jajaran Reserse dan Kriminal Polres Salatiga menangkap pelaku penipuan dan penggelapan uang ratusan juta rupiah. Penipuan bermodus investasi penggemukan kambing sudah berlangsung...