33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Puluhan Ribu Umat Islam Penuhi Haul Wali Musyafa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Puluhan ribu jamaah menghadiri peringatan memadati halaman Masjid Agung Kaliwungu dan Alun-Alun Kaliwungu, Kamis (28/12) kemarin. Kehadiran mereka untuk melakukan doa bersama kepada Kiai Ahmad Rukyat dan Wali Musyafa sebagai salah satu tokoh Islam yang menyebarkan Islam di Kaliwungu dan Kendal.

Kedua ulama yang merupakan Wali Allah ini, dalam sejarah semasa hidupnya tidak dikaruniai anak. Meski demikian, tradisi peringatan atau haul keduanya sampai sekarang masih terus dilanggengkan oleh masyarkat Kaliwungu dan sekitarnya.

Khususnya bagi masyarakat Desa Krajan Kulon, Krajan Wetan dan Kutoharjo. Warga sekitar, setiap peringatan kedua ulama tersebut dengan sukarela menyajikan nasi bungkus, air minum kepada para jamaah yang hadir.

Hal itu dilakukan tidak lain untuk menghormati peringatan Kiai Rukyat dan Wali Musyafa. Selain itu, warga di tiga desa tersebut merasa berperan sebagai anak-anak atau penerus Kiai Rukyat dan Wali Musyafa.

Alamudin Dimyati Rais bercerita tentang sejarah singkat Kiai Rukyat. Suatu hari Kiai Rukyat seperti merenung karena belum mempunyai keturunan. Sehingga teman-teman kiai memberikan nasihat agar bersabar.

Hingga akhir hayat, ternyata Allah SWT belum memberikan keturunan. Maka santri-santri dan masyarakat yang tersebar di pelosok negeri merupakan putra-putri dari Kiai Rukyat yang menjadi meneruskan perjuangannya untuk mendakwahkan Islam. “Alhamdulillah hingga kini masyarakat tetap menpertahankan tradisi haul. Bahkan setiap tahun, jumlahnya bisa ribuan yang hadir,” katanya, kemarin.

Gus Alam -sapaan akrabnya Alamudin Dimyati Rais – mengatakan, tradisi haul ini berjalan sebagai penghormatan terhadap tokoh penyebar agama Islam yang sangat dekat dan mengayomi masyarakat. Untuk itu, masyarakat selalu mendoakan dengan harapan keberkahan dan ajaran Kiai Rukyat dan Wali Musyafa. Yakni ajaran dan tatanan Ahlisunnah Waljamaah sepanjang masa. “Apabila ada ulama tidak punya keturunan, maka keturunannya adalah santri-santri dan masyarakatnya. Inilah yang harus diajarkan,” paparnya.

Basyarahman, salah satu jamaah mengaku salut akan puluhan ribu jamaah yang hadir. Menurutnya, meskipun cuaca sedang diguyur hujan, tapi ribuan jamaah tersebut tetap bertahan untuk menghormati dan mendoakan ulama Kiai Rukyat dan Wali Musyafa.

Pria yang akrab disapa Gus Basyar ini melihat tradisi kegotongroyongan yang luar biasa pada masyarakat Kaliwungu. Dimana helatan haul ini seolah menjadi gawe bersama seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, selain berdoa, haul ini harus dimaknai kembali menggugah kembali semangat dan perjuangan guna berdakwah. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hari Ini Tol Beroperasi

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Rasa penasaran pemudik menggunakan fasilitas jalan tol Salatiga Boyolali dan Solo-Ngawi yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Mulai hari ini (8/6), ruas tol...

Tiga Terminal Bandara Siap Operasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tiga terminal baru Bandara New Ahmad Yani Semarang diperkirakan sudah bisa dioperasionalkan untuk menampung calon penumpang mudik Lebaran tahun 2018 ini. Bahkan satu...

Usung Konsep Angkringan untuk Sarapan

SEMARANG - Konsep kuliner tradisional coba diangkat oleh Hotel Dafam Semarang, yakni mengangkat konsep angkringan sebagai alternatif menu breakfast. Jika angkringan biasanya bisa dinikmati...

Semula Tuntutan Tugas, Kini Jadi Pendakwah

ATAS kehendak Tuhan YME, cita-cita Mayor Infanteri Syarif Hidayat SAg, MPdi menjadi seorang tentara dan pendakwah, benar-benar diwujudkan. Bahkan, bakatnya menjadi pendakwah sudah muncul...

Tahun Ke-4 RPJMD, Inflasi Turun Lampaui Target

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pada tahun keempat pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah, capaian indikator makro pembangunan Jawa Tengah semakin membaik....

Bukan Demo KPU-Bawaslu, tapi Protes Proyek Tol

JawaPos.com – Beberapa foto memperlihatkan belasan perempuan seperti melakukan unjuk rasa. Selanjutnya, sebagian di antara mereka melepas pakaian bagian atas. Walaupun aparat kepolisian berada...