33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Kemendes Dituding Lempar Batu Sembunyi Tangan

Terkait Pemotongan Dana Desa

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kementerian Desa (Kemendes) dinilai lempar batu sembunyi tangan, pasca dipotongnya Dana Desa (DD). Lantaran pemotongan DD tersebut setelah Kemendes mencium adanya kebocoran DD di 203 desa di tanah air.

Hal itu dikatakan oleh anggota DPD RI, Akhmad Muqowam usai menghadiri Festival Dana Desa di Alun-Alun Bung Karno Ungaran, Kamis (28/12) kemarin. “Seharusnya, pusat tahu bagaimana UU Desa secara benar. Jangan Kemendes lempar batu sembunyi tangan,” ujar Muqowam.

Menurut Muqowam, adanya kebocoran tersebut berarti Pemerintah Desa (Pemdes) butuh pembinaan. “Sesuai laporan Kemendes, ada 203 desa yang masih kurang benar, bisa dinilai melakukan pelanggaran. Hal itu akibat ketidaktahuan, karena minim pembinaan dari pemerintah,” katanya.

Jumlah tersebut, lanjutnya, sangat kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan desa yang berjumlah 74.974 desa di tanah air. “Saya tidak menyetujui hal itu (pengurangan besaran DD, red). Jangan sampai itu menjadi pintu masuk untuk melihat desa sehingga besaran dana desa menurun,” katanya.

Seharusnya Kemendes dalam hal ini lebih melihat bagaimana nilai budaya di desa. Biarkan desa mengurus dirinya sendiri melalui DD. “Intervensi itu pada pedoman dan peraturan bukan pada keputusan,” katanya.

Melalui DD, ruang kebutuhan masyarakat desa dapat terbuka. Menurutnya, selama ini pemerintah pusat dalam hal ini Kemendes tidak pernah melakukan pembinaan. Selama ini yang ditekankan hanya pengawasan yaitu dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan. “Kalau mereka (desa) tidak mengerti pengelolaan DD akibat kurangnya pembinaan, ya itu (pembinaan) yang harus digembleng pemerintah,” katanya.

Dikatakannya, dalam hal ini pemerintah masih kurang bijak dalam menanggapi posisi UU Desa. Jika pemerintah mampu mengerti dengan bijak bagaimana UU Desa, DD tidak akan menurun malah akan ditambah. “Patokannya yaitu APBN, UU desa, dan pengetahuan kita bersama terkait regulasi tersebut,” ujarnya.

Dalam hal ini pula, Pemdes jangan tinggal diam manakala DD dipotong oleh pemerintah pusat dari besaran tahun sebelumnya. “Masyarakat harus mengkritik pemerintah pusat, jika DD dikurangi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Yosep Bambang T mengungkapkan bahwa DD untuk Kabupaten Semarang mengalami penurunan pada 2018 mendatang. “Turunnya kurang lebih Rp 7 miliar,” ujar Yosep.

Selain itu, mulai 2018 akan ada perubahan distribusi DD. Pada DD 2017, 90 persen dibagi rata kemudian menjadi indek dasar. Selanjutnya yang 10 persen itu untuk proposional. “Untuk Kabupaten Semarang turun nominalnya. Sekarang, pembagiannya yang 90 persen menjadi 77 persen. 20 persennya perimbangan, selanjutnya 3 persen afirmasi,” katanya.

Naik turunnya total nominal DD yang diterima masing-masing kabupaten di Indonesia, lanjutnya, seluruhnya diputuskan oleh pemerintah pusat. “Kami hanya menerima angka dari pusat untuk seluruh desa se-Kabupaten Semarang. Rumusnya sudah ada, kami tinggal mengikuti saja,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya tetap meminta para kepala desa (kades) di Kabupaten Semarang untuk tetap menaati regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Apabila Pemdes di Kabupaten Semarang tetap tidak melaksanakan sesuai regulasi, tetap disebut sebagai pelanggaran. “Seperti regulasi dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri, dan Peraturan Kementerian Desa, Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, hingga Peraturan Bupati Semarang,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...