33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Hibahkan Tanah untuk Jalan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Tak kurang dari 377 warga Desa Mlandi, Kecamatan Garung yang terkena imbas pembangunan Jalan Rakai Panangkaran dari Desa Mlandi menuju kawasan Dieng, mengikhlaskan tanah mereka tanpa meminta ganti rugi.

Kepala Desa Mlandi, Budi Irawan menyebut hal itu tak lepas dari keinginan warga untuk membantu pemerintah labupaten merealisasikan jalur wisata alternatif menuju Dieng. Diharapkan ke depan, efek positif dari hidupnya jalur tersebut dapat dirasakan masyarakat.

“Kalau secara luas, bidang tanah yang dihibahkan tersebut masih ada di BPN, hanya saja untuk panjangnya kurang lebih mencapai 3,4 kilometer,” ungkap Budi usai acara penyerahan piagam penghargaan dari Pemkab Wonosobo kepada warga Mlandi, dan sertifikat jalan dari BPN kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten, Kamis (28/12).

Kepada warga yang merelakan tanahnya untuk pembangunan jalan, Pemkab Wonosobo memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan, dan potongan biaya penerbitan sertifikat. “Pemerintah desa membantu warga yang telah mengikhlaskan tanahnya untuk jalan dengan memberikan subsidi biaya sertifikat hingga Rp 52.000 per lembar sertifikat,” jelas kades.

Dengan strategi imbal balik itu, Budi mengakui warga menjadi lebih ringan dalam menyerahkan tanah mereka demi terwujudnya jalur strategis tersebut. Keuntungan lain yang diperoleh warga dari hibah tanah itu, dikatakan Budi juga mulai dirasakan dengan drastisnya kenaikan harga tanah di Desa Mlandi. Kenaikan harga tanah di desa yang terletak di punggung pegunungan Dieng tersebut, menurut Budi berkisar 200 persen hingga 300 persen dari sebelum adanya rencana pembangunan jalan alternatif.

Sementara itu, Kepala DPU Widi Purwanto mengatakan pembangunan Jalan Rakai Panangkaran bakal masuk anggaran dana alokasi khusus tahun 2018 sebesar Rp 18 miliar. “Pada 2017 sudah dilaksanakan kegiatan peningkatan jalan PLN Dieng Wetan senilai Rp 12 miliar untuk pekerjaan pengaspalan jalan, 1,15 km, pengerasan pelebaran jalan, 4,5 km, dan pembuatan saluran senderan seluas 6000 meter kubik,” beber Widi.

Sementara di tahun 2017 pula, Widi juga menyebut BPN Kabupaten Wonosobo telah melaksanakan program sertifikasi tanah masal melalui kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) hingga mencapai 2081 bidang tanah. Jumlah bidang tanah itu, menurut Widi terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tanah warga 2031 bidang, dan area konservasi 50 bidang. Hibah tanah yang telah dilakukan warga Mlandi, diakui Widi sangat membantu Pemkab Wonosobo. Sehingga sangat layak apabila kemudian setiap warga yang telah menghibahkan tanah mereka, mendapat penghargaan berupa piagam dan pemotongan biaya sertifikat. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Regulator Bocor, Rumah Ludes Terbakar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebuah rumah di Jalan Kintelan 140, Kelurahan Bendungan Gajahmungkur ludes terbakar, Sabtu (21/4) sekitar pukul 07.10. Diduga, akibat kebocoran ragulator atau selang kompor gas...

Dua Residivis Kambuhan Dibekuk

BATANG - Dua residivis kambuhan berhasil dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Batang Kota saat sedang asyik pesta narkoba. Kedua pelaku tersebut sudah melakukan aksi...

18 Tahun Keliling Sebelum Menetap

Sardjono sendiri telah membuka usaha bakmi Jowo sejak tahun 1973. Saat itu berjualan keliling menggunakan gerobak di sepanjang kawasan Jalan Wotgandul dan Plampitan. Ide...

Bantuan Tersendat, Hendi Wadul Jokowi

SEMARANG - Janji pemerintah pusat akan menggelontorkan bantuan anggaran Rp 100 miliar untuk pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya hingga kini belum ada kejelasan. Tentu...

Pelajar SMA Diajak Perangi Berita Hoax

KEBUMEN –Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti mengajak pelajar setingkat SMA se-Kabupaten Kebumen cerdas berinternet. Kecerdasan menggunakan internet bisa untuk memerangi berita hoax atau berita...

Semesta Ajak Tokoh Agama Perangi Radikalisme

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Banyaknya aksi radikalisme dan terorisme yang terjadi belum lama ini, mengancam kesatuan dan keutuhan bangsa. Bahkan aksi tersebut menyasar tempat peribadatan...