31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Miras Dimusnahkan, BBM Dilelang

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO – Kapolres Purworejo Polda Jateng AKBP Teguh Tri Prasetya bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo memusnahkan barang bukti hasil kejahatan yang telah mendapatkan keputusan tetap dari pengadilan. Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan di halaman kantor Kejari Purworejo, Kamis (28/12).

Barang bukti yang dimusnahkan berupa ratusan botol minuman keras hasil sidang tipiring yang diajukan oleh Satuan Sabhara Polres Purworejo. Kemudian ada beberapa barang bukti dari tindak pidana berupa bahan peledak, senjata tajam dan narkoba.

Secara simbolis Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya dan Kajari Purworejo Alex Rahman membakar barang bukti narkoba, membuang miras yang berada di dalam ratusan botol, dan memotong senjata tajam.

“Barang Bukti ini hasil dari pengungkapan kasus yang dilakukan Polres Purworejo selama tahun 2017 yang kemudian dilimpahkan ke Kejari Purworejo,” jelas Teguh.

Sehari sebelumnya, penyidik Polres Kebumen melelang barang bukti berupa bahan bakar minyak (BBM) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwokerto. Pelelangan ini sesuai petunjuk jaksa penuntut umum dari Kejari Purworejo. Hasil lelang selanjutnya akan digunakan sebagai barang bukti di pengadilan.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi menuturkan, mekanisme lelang barang bukti biasa dilakukan sesuai dengan petunjuk jaksa karena pertimbangan–pertimbangan khusus. Misalnya barang bukti berupa BBM dilelang karena mempunyai sifat mudah meledak dan berbahaya.

Barang bukti yang dilelang sebanyak 210 liter BBM jenis pertalite dan pertamax. BBM ini merupakan hasil dari penangkapan sebuah Daihatsu Xenia yang diduga mengangkut BBM ilegal di Jalan Raya Purworejo-Kebumen pada 31 Agustus 2017 lalu. Dalam mobil yang dikemudikan sopir berinisial AA, petugas patroli Satreskrim Polres Purworejo menemukan 14 jeriken berukuran 35 liter, 6 jeriken berisi pertamax dan 8 jeriken berisi pertalite. AA tidak bisa menunjukkan izin usaha pengangkutan BBM tersebut.

Berdasarkan pengakuan AA, BBM tersebut milik bosnya yang berinisial TP. Selanjutnya BBM tersebut akan dijual kembali pada pompa pengisian BBM mini milik TP. Penyidik menjerat TP dengan Pasal 53 huruf b UURI No 22 Tahun 2001 tentang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi. (jpg/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here