33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Solo dan Semarang Zona Merah Narkoba

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Sepanjang 2017, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng mengungkap sebanyak 18 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 40 orang. Selain itu, Kota Solo dan Kota Semarang dinilai sebagai wilayah yang rawan peredaran narkoba atau zona merah.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, menjelaskan, dari 40 tersangka itu, sebanyak 32 berkas perkara sudah lengkap alias P21. Selain itu, sebanyak 15 berkas perkara melibatkan narapidana yang berada dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Salah satunya lapas Medaeng Surabaya.

“Karena melibatkan napi, maka kami juga berkoordinasi dengan Kemenkum dan HAM terkait penanganannya,” katanya saat pers rilis akhir tahun, Rabu (27/12).

Kabid Berantas BNNP Jateng, AKBP Suprinarto menjelaskan napi yang terlibat narkoba, yakni di Lapas Narkotika Nusakambangan 4 tersangka, Sragen 2 tersangka, Kedungpane Semarang 2 tersangka, Ambarawa 1 tersangka, Pati 1 tersangka, Pekalongan 1 tersangka,  dan Surabaya 1 tersangka.”Di Lapas Kedungpane Semarang, ada seorang narapidana yang sudah tiga kali ditangkap BNNP Jateng karena mengendalikan jaringan narkoba. Tersangka tersebut adalah Sutrisno alias Babe alias Kokoh,” bebernya.

Dari semua pengungkapan kasus narkoba pada 2017, disita barang bukti 3,54 kg sabu, 10 kg ganja, 588 butir ekstasi, 5 mililiter cairan Madman, 20 gram tembakau gorila, 1 bungkus bahan narkotika, 41 handphone, 7 unit motor, dan 2 unit mobil.

“Ada juga barang bukti yang disita dari tindak pidana pencucian uang hasil transaksi narkoba, yakni  2 rumah, 2 bidang tanah, 1 motor, dan uang Rp 200 juta,” terangnya.

GRAFIS: TIO/JAWA POS RADAR SERMARANG
GRAFIS: TIO/JAWA POS RADAR SERMARANG

Diakuinya, jumlah narapidana yang dibekuk karena mengendalikan narkoba tahun ini meningkat dibanding 2016 lalu. Pihaknya juga sudah sering berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah untuk melakukan langkah antisipasi alat komunikasi di dalam lapas.

“Tahun kemarin 4 kasus dikendalikan oleh narapidana (di lapas), dan tahun ini meningkat, terbanyak di Lapas Nusakambangan,” bebernya.

Sedangkan daerah yang rawan peredaran narkoba, Suprinarto menyebut Kota Solo yang menjadi zona merah peredaran narkotika terutama sabu. Begitu pula Kota Semarang, Suprinarto juga akan terus melakukan pemberantasan peredaran barang haram tersebut. “Memang yang kami petakan saat ini dan mungkin juga bisa terjadi ke depannya itu di Solo, baru kemudian Semarang,” ujarnya.

Suprinarto menambahkan, beberapa wilayah lain yang juga rawan peredaran narkoba, yakni Cilacap, Tegal, Banyumas, dan Purbalingga. Sementara jenis narkotika yang paling banyak tersebar di wilayah-wilayah tersebut adalah sabu.

“Paling banyak sabu. Tahun ini untuk ganja paling banyak 10 kg, itu terjadi November lalu di Solo, kemudian tembakau gorila. Tapi memang yang mendominasi sabu,” katanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tersangka Hamil Pelimpahan Berkas Ditunda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kasus dugaan penggelapan mobil dan uang perusahaan PT Hyundai Mobil Indonesia Cabang Semarang, dengan tersangka Irma Ochtavia Pratiwi alias Vivi, yang...

Bagikan Piagam untuk Pensiunan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang memberikan piagam penghargaan kepada 143 pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Magelang yang purnatugas pada tahun 2017, di Pendopo...

Kekeringan, 25 Hektare Sawah Puso

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kekeringan yang melanda Desa Boto Kecamatan Bancak mengakibatkan puluhan hektare sawah di desa tersebut tidak bisa ditanami apapun. Padahal, sektor pertanian...

Bupati Sarankan Petani Kelola Mina Padi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, terkesan dengan kreativitas kelompok Mina Padi, yang memanfaatkan genangan air sawah untuk budidaya ikan air tawar, di Desa...

Penjualan Sabu Dikendalikan dari Lapas

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Aparat Satnarkoba Polres Demak menangkap tiga tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Mereka adalah Sukisno, 32, warga Desa Karangasem, Kecamatan Sayung; Muhamad...

Mana Bisa Ada Trump dan Ing-wen

Oleh: Dahlan Iskan Aneh. Tiba-tiba dingin. Tidak ada lagi perang kata dan opini. Menyesalkah? Bahwa perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok ini hanya akan merugikan...