33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Rudenim Overload, 51 Imigran Dipindah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 51 imigran gelap yang menghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang segera dipindahkan ke Jakarta. Hal tersebut lantaran Rudenim sudah overload. Rata-rata imigran gelap tersebut telah menempati Rudenim lebih dari tiga tahun.

Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng, Ramli HS membeberkan bahwa imigran gelap sebanyak itu, kebanyakan berasal dari Afganistan. Ia menuturkan, imigran gelap itu sebelumnya sempat tinggal di beberapa lokasi termasuk kawasan Puncak Bogor dan Serpong. Namun, oleh ulah orang tidak bertanggung jawab mereka di mobilisasi ke Semarang.

“Kami sudah meyurati Direktur Penindakan dan Pengawasan Kemenkumham untuk mengembalikan mereka ke Jakarta lagi,” ungkapnya usai acara refleksi akhir tahun 2017 di Kanwil Kemenkumham Jateng, Jalan Dr Cipto Semarang, Rabu (27/12).

Ramli menjelaskan, pemindahan imigran gelap itu sebagai upaya untuk mengurangi jumlah penghuni Rudenim yang kini telah melebihi kapasitas. Rudenim Semarang hanya memiliki kapasitas kamar 60 unit, namun saat ini dihuni 137 orang.

Pihaknya akan membuat pengaturan ulang terkait alur pengiriman imigran, untuk membatasi gerak mereka sehingga tidak seenaknya mencari daerah sendiri. Di sisi lain, penampungan imigran menurutnya harus dipusatkan pada satu tempat.

“Rudenim sendiri kan sebetulnya hanya digunakan untuk menampung WNA yang sedang menunggu proses pemulangan ke negara asal,” tuturnya.

Ramli mencontohnkan imigran yang dapat tinggal di Rudenim diantaranya adalah WNA yang sudah menjalani masa hukuman penjara. Akan tetapi dokumen-dokumennya belum lengkap sehingga harus menunggu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jateng, Djoni Priyatno mengatakan bahwa pihaknya tengah mengebut pembangunan lapas high risk di Lapas Kelas I B Batu dan Lapas Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap. Pembangunan dikerjakan pada kapasitas ruang tahanan yang diperkecil untuk menampung para narapidana gembong narkoba dan kasus terorisme.

“Kamarnya akan diperkecil. Di sana ditempatkan 120 orang napi narkoba dan ada lagi 85 kamar khusus teroris,” ungkap Djoni.

Sementara, terkait proses pemindahan para narapidana pihaknya masih menunggu aba-aba dari pemerintah pusat. Pasalnya untuk tahapan assessment tiap narapidana, jelas Djoni, nantinya terbagi dalam beberapa sesi. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Raih Piala WTN 4 Tahun Berturut-Turut

SALATIGA - Kota Salatiga kembali memperoleh penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk keempat kalinya. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada...

Terjaring Razia, 76 Pemandu Lagu Diperiksa

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO -  Petugas gabungan melakukan razia pemeriksaan sejumlah tempat hiburan malam karaoke. Hasilnya petugas berhasil menjaring 76 perempuan pemandu lagu (PL). Selain itu...

Bank Indonesia. BI Tambah Stok Uang Tunai

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN  – Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat karesidenan Pekalongan di Lebaran 2018, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tegal, Jawa Tengah menyiapkan stok uang tunai...

Terboyo Mirip Kandang, Mangkang Dibuat Mewah

Terminal Terboyo dan Terminal Mangkang Kota Semarang telah diambil alih oleh pemerintah pusat. Namun kondisinya kini masih memprihatinkan. Kondisi Terminal Terboyo rusak parah dan...

Minggawati Minta Mantan Ketua KSP Dihadirkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Mantan Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri, Purwono mundur dan mencabut kuasa terkait penunjukannya mewakili koperasi dalam sidang beragendakan penyerahan surat kuasa...

Pria Tanpa Baju Tewas di Sawah

TEMANGGUNG– Warga Dusun Sepikul, Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu digegerkan dengan penemuan mayat yang tergeletak di pematang sawah, Rabu (15/11). Korban diketahui bernama Haryono, 66,...