33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Rp 6 M Aset Mitradana Dikuasai Kurator

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -Tiga aset Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitradana langsung disegel oleh tim kurator Eka Widhiarto dan Shindu Arief Suhartono, setelah koperasi tersebut dinyatakan pailit oleh majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Aset tersebut terletak di Ruko Dargo, Kota Semarang, Ruko Kaloka di Jalan Patimura, Kota Salatiga dan terakhir kediaman milik Ketua KSP Mitradana Guntoro di Perumahan Bukit Wahid Regency B 23 Semarang.

“Kalau diuangkan ketiga aset itu berkisar sekitar Rp 6 miliar. Secara keseluruhan asetnya masih kami data, ada info juga aset di Salatiga sudah dijual Juni lalu, kalau memang dijual nanti bisa diajukan gugatan Actio Pauliana,” kata salah satu kurator KSP Mitradana, Eka Widhiarto kepada wartawan, Rabu (27/12).

Dijelaskan Eka, gugatan actio pauliana adalah upaya hukum untuk membatalkan transaksi yang dilakukan oleh debitur untuk kepentingan debitur tersebut yang dapat merugikan kepentingan para krediturnya. Ia menyebutkan, ada tiga syarat untuk melakukan gugatan itu, pertama ada perbuatan hukum yang dilakukan debitur merugikan kreditur, kedua perbuatan itu tidak wajib untuk dilakukan, dan ketiga dilakukan dalam jangka waktu satu tahun sebelum putusan pailit diucapkan.

“Actio pauliana adalah tindakan yang dilakukan debitur merugikan kreditur dalam jangka waktu satu tahun dan tindakan tersebut tidak wajib dilakukan,” jelasnya.

Kategori merugikan kreditur ini, lanjut Eka, adalah merugikan budel pailit. Debitur menjual aset aset pailit dan dapat mengurangi nilai pailit. Akhirnya, hal tersebut merugikan hak yang seharusnya diperoleh kreditur lainnya, seperti kreditur konkuren.

Sedangkan terkait jumlah tagihan, Eka mengatakan masih menunggu 17 Januari 2018 mendatang. Untuk selanjutnya, pihaknya sudah berencana akan menyegel kediaman Bendahara KSP Mitradana, Ismayanti.

Terpisah, Kuasa Hukum Lima Nasabah KSP Mitradana, Sutikno Susilo menyebutkan, total utang yang sudah jatuh tempo mencapai Rp 700 juta, jumlah tersebut  dari kelima nasabah yang secara rinci meliputi Rp 150 juta, Rp 100 juta, Rp 200 juta, Rp 150 juta, dan terakhir Rp 100 juta.

“Total tagihan yang kami ajukan Rp 1,2miliar. Kalau pendaftaran tagihan terakhir sampai 17 Januari 2018, nanti didata dulu, tapi lebih jelasnya tanya ke kurator,”katanya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kecele, Awak Angkutan Mogok Kerja

MUNGKID— Sejumlah awak angkutan kota jurusan Magelang-Muntilan, Rabu (1/11)  melakukan aksi mogok kerja. Mereka kecele dengan adanya rencana aksi mogok masal yang ternyata tidak...

Prihatin Anak Kecanduan Gadget

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Mengakhiri tahun 2017, sebagian besar orang menuju ke pusat-pusat keramaian. Mereka berkeinginan merasakan akhir tahun dengan penuh kemeriahan bersama orang-orang terdekat....

2 Penambang Pasir Tertimbun

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Dua penambang pasir di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar tertimbun pasir, Jumat (4/5). Mereka adalah Slamet Nurrohman, 57, dan Bawon...

Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu

RADARSEMARANG.COM-Ada cara gampang mengelilingi Karimunjawa. Dengan motor. Hanya Rp 75 ribu. Bisa mengelilingi pulau itu 24 jam. Ke mana pun Anda suka. Saya mencobanya tadi...

Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Perlu Ditingkatkan

RADARSEMARANG.COM, MEMASUKI - Hari Ulang tahun yang ke 193 bagi Pemkab Wonosobo, Komisi D DPRD Wonosobo menilai masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam...

Semua Klub Tuan Rumah Ikut Ambil Bagian

MAGELANG - Tak kurang dari 250 atlet dari 20 klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) di wilayah Kedu bakal tampil dalam ajang Djarum Foundation Bulutangkis Multi...