LESTARIKAN BUDAYA : Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi saat bermain teater di TMII Jakarta, Rabu (27/12) kemarin. (TAUFIK HIAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESTARIKAN BUDAYA : Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi saat bermain teater di TMII Jakarta, Rabu (27/12) kemarin. (TAUFIK HIAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk mempromosikan batik Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Batik, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan Hj Munafah Asip Kholbihi, bermain teater di Sasono Langen Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (26/12) kemarin. Dia bersama komunitas dan seniman nasional seperti Djarot B Darsono, Anuswirsyah, serta artis Ine Febriyanti.

Meski baru pertama kali tampil di acara pentas teater, Hj Munafah tak canggung. Dengan berbusana batik khas Kabupaten Pekalongan, dia tampil bersama Deddy Lutan Dance Company, membawakan tarian yang berjudul Iki Latar Ku karya Elly D Lutan. Tarian tersebut menceritakan tentang perempuan dengan segala kekuatan, kelemahan, kelapangan dan keuletan dalam kehidupan.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Hj Munafah mengaku sangat bersyukur, dapat tampil dengan para seniman nasional di TMII. Tentunya hal itu dapat mempromosikan batik Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, kegiatan tersebut selain mempromosikan batik Kabupaten Pekalongan, juga untuk membangun tali silaturomi dengan para seniman yang pernah tampil di Kabupaten Pekalongan dalam pagelaran Tutur Batik yang dilaksanakan setahun lalu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.

“Semua yang dikenakan oleh penari dan seniman nasional adalah batik khas dengan aneka motif hasil karya perajin Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.

Hj Munafah juga mengatakan bahwa kesempatan tampil di TMII adalah upaya promosi tentang batik Kabupaten Pekalongan yang bukan hanya untuk produk fasion, namun juga produk seni dan budaya yang mempunyai nilai jual tinggi.

Apalagi Kabupaten Pekalongan merupakan Kota Legenda Batik, banyak perajin yang melegenda seperti batik Oey Soe Tjoen Kedungwuni, yang saat ini adalah generasi ketiga. Bahkan, hingga kini masih aktif menggeluti batik tulisnya.

”Dengan semakin dikenalnya batik Kabupaten Pekalongan ini, akan berkorelasi dengan majunya UMKM di Kabupaten Pekalongan, yang berdampak pada banyaknya kunjungan yang datang ke Pekalongan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Pariwisata dan Budaya (Disporparbud) Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto, menegaskan bahwa tampilnya Hj Munafah di TMII adalah kehormatan, karena dapat tampil pada event nasional dengan para seniman dan artis nasional. “Penggunaan batik sebagai properti pagelaran ini, merupakan bagian promosi yang luar biasa, bagi Kabupaten Pekalongan ke dunia luar. Semoga berdampak positif bagi perkembangan batik. Artinya, batik bukan sebagai produk saja, tapi sebuah budaya yang bisa dilestarikan,” tegas Bambang. (thd/ida)