33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Pikma Upgris Siap Terima Curahan Hati

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Keberadaan peer counseling (konseling sebaya, red) dinilai penting. Pasalnya remaja lebih sering menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi dengan teman sebaya, dibandingkan dengan orang tua, pembimbing, guru di sekolah atau dosen di kampus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Kependudukan Perempuan dan Perlindungan Anak LPPM Universitas PGRI Semarang (Upgris) Dr Arri Handayani, disela pelantikan 18 pengurus Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (Pikma) Edukasia Upgris di Gedung Pascasarjana, Kampus I Sidodadi Semarang, kemarin.

Mahasiswa yang dilantik pun berasal dari masing-masing fakultas. Pihaknya mendorong pengurus Pikma menjadi konselor untuk menjadi pionir tentang generasi berencana (Genre), terutama dalam menyiapkan kehidupan berkeluarga.

“Nantinya, adik-adik mahasiswa atau teman sebaya yang ingin berbagi cerita, atau ingin mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi bisa datang dan berdiskusi dengan para konselor ini,” terangnya.

Harapannya, permasalahan yang dihadapi bisa mereka selesaikan dengan baik. Selain itu, adanya konselor sebaya ini juga menjadi antisipasi salah alamat bagi mereka yang sedang memiliki masalah sehingga tidak menambah persoalan mereka sendiri.

“Biasanya, remaja akan merasa bahwa orang dewasa tidak dapat memahami persoalan yang mereka hadapi, sehingga lebih mempercayai teman sebayanya,” tambahnya.

Keterbukaan dan perasaan senasib di antara mereka ini, dapat menjadi upaya memfasilitasi perkembangan remaja. Di sisi lain, beberapa karakteristik psikologis remaja seperti emosional dan labil, menjadi tantangan bagi efektivitas layanan konseling teman sebaya.

“Ada satu hal yang harus diingat, bahwa konselor sebaya bukan pemberi solusi, namun membantu remaja atau mahasiswa atau klien, dalam menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang mereka hadapi,” pungkasnya. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wamenkeu Sidak Penggunaan DAK

UNGARAN – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI Mardiasmo menyidak penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan yang digunakan untuk rehabilitasi sekolah di Kabupaten Semarang, Kamis...

Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia di UKSW

SALATIGA – 29 peserta PIBBI dan COTI dari 10 universitas di Amerika dan Australia kegiatan Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) ke-71...

Lulusan Perguruan Tinggi Wajib Dibekali PIN

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenrisrek Dikti) pada tahun 2019 mendatang, mewajibkan seluruh perguruan tinggi (PT) membekali lulusannya dengan Penomoran Ijazah Nasaional...

Nadya Valerie, Penyintas Kanker yang Ceritakan Pengalaman di YouTube

DUA pekan sejak diunggah, video Nadya Valerie yang membotaki kepala sudah ditonton 2,1 juta kali. Keputusan itu dilakukan beberapa hari pascakemoterapi kedua. Dengan berbagi...

Harus Bisa Dongkrak Perekonomian Jateng

RADARSEMARANG.COM - KETUA DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, berharap besar pembangunan Bandara Internasional New Ahmad Yani berimbas besar pada perkembangan daerah. Untuk itu, ia...

Penemuan Uang Palsu Menurun

SEMARANG – Jumlah uang palsu yang ditemukan dan dilaporkan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I tahun ini sebanyak 5.626...