33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Gunakan Cantrang, Tak Peduli Batas Waktu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nelayan dengan kapal di bawah 10 gross tonnage (GT) berncana melawan aturan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Mereka tetap akan menggunakan alat cantrang meski batas akhir penggunaan alat tangkap itu maksimal 31 Desember 2017.

Ketua Gerakan Nelayan dan Tani (GANTI) Jateng, Widhi Handoko menilai, aturan itu justru membuat nelayan makin sengsara. Sebab, para nelayan yang mematuhi aturan itu, malah menjadi buruh di kapal-kapal pengusaha besar.

Memang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah memberikan bantuan alat tangkap bagi nelayan cantrang sebagai kompensasi atas kebijiakan tersebut. Tapi, mereka justru gagap menggunakannya karena belum terbiasa.

“Praktis, hasil tangkap ikan mereka langsung mereosot. Jadi rugi. Padahal nelayan di Jateng yang menggunakan cantrang di atas 70 persen. Akibat pelarangan itu, saat ini para nelayan cantrang bekerja sebagai kuli pada pemilik kapal-kapal besar,” ucap Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Ganti) Jateng, Widhi Handoko, Rabu (27/12).

Dia menegaskan, kebijakan Menteri Susi tidak konsisten sebab tidak dibarengi dengan fakta data lapangan yang valid. Kebijakan yang diambil hanya berdasar argumen yang mengambang. “Sampai batas akhir, tidak ada kejelasan dari pusat maupun provinsi,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Riyono menambahkan, penggunaan cantrang terbukti tidak merusak lingkuingan. Pembuktian itu didapat dari uji petik yang melibatkan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan sejumlah asosiasi nelayan.

“Cantrang itu ramah lingkungan, bukan hanya pengakuan sepihak dari kami, tapi kami juga melakukan riset dan uji petik terakhir selesai pada pertengahan Desember 2017 lalu, bahwa cantrang tidak merusak lingkungan,” tuturnya.

Dalam uji petik tersebut, pihaknya juga menggunakan kamera bawah air untuk mendokumentasikan operasionalnya cantrang. Titik uji petik tersebut di wilayah perairan Tegal, Rembang, dan Lamongan.

“Terbukti bahwa cantrang ramah lingkungan. Lalu kenapa pemerintah tidak mau uji petik, apakah khawatir ketika tahu ramah lingkungan lalu KKP tidak mau mengubah Permen 2 dan 71 itu. Itu jadi pertanyaan, ada apa?” ungkapnya..

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng, Muhammad Syafriadi mengungkapkan, di wilayah Jateng jumlah kapal kapasitas di bawah 10 GT ada sekitar lebih dari 18 ribu unit. Namun baru teridentifikasi tidak ramah lingkungan ada 6.400 kapal. “Dari jumlah itu, yang sudah dapat bantuan alat tangkap ramah lingkungan dari Kementerian KKP baru sekitar 20 persen atau 2.341 unit, jadi masih kurang sangat banyak,” jelasnya. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMA Kesatrian 1 Gelar Pensi Clamusical

SEMARANG - SMA Kesatrian 1 Semarang menggelar pentas seni bertajuk ”Clamusical” di halaman sekolah setempat baru-baru ini. Ajang musik tahunan itu menjadi sarana bagi...

Bangun Komunitas, Ajak Warga Terlibat

UNTUK mewujudkan kota impiannya, ia tidak sendirian. Ia mengajak masyarakat secara luas berperan serta di dalamnya. Caranya, ia membangun komunitas di Semarang sebagai wadah...

Dian Sastro Berbagi Tips Atasi Makeup Enemies

SEMARANG- Di tengah padatnya kegiatan sehari-hari, tentu para wanita akan menghadapi yang namanya makeup enemies. Entah itu keringat dan cuaca lembap yang dapat membuat...

Siapkan Dana Pendamping BOS

SEMARANG-Pemkot Semarang sedang merintis program sekolah gratis bagi siswa tidak mampu di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta yang berada...

Sudirman Said Dianggap Tak Melanggar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Cagub Jateng Sudirman Said yang berkampanye di acara Musrenbang Pemkot Semarang di RT 1 RW 8 Perumahan Sinar Waluyo Semarang, beberapa...

Kenalkan Wisata, Undang Tora Sudiro dan Stevi Item

DEMAK-Kenalkan potensi desa sebagai kawasan wisata di Kabupaten Demak, Pemerintah Desa (Pemdes) Banyumeneng mengundang artis ibukota, Stevi Item dan Tora Sudiro, Rabu (3/5) kemarin....