32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Penyalahguna Narkoba Didominasi Pelajar

RADARSEMARANG, BATANG – Penyalahgunaan narkoba didominasi hingga akhir tahun 2017, didominasi pelajar SD hingga SMA, terutama jenis obat-obatan terlarang. Sisanya orang dewasa yang mendominasi narkoba jenis psikotoprika dan jenis baru lainnya.

Kepala Seksi Rehabilitasi Retno Damayanti mengungkapkan saat ditinjau dari umur anak–anak pelajar, mulai rentang usia 14 tahun atau masih SD sampai 22 tahun atau mahasiswa. Namun sebagian besar masih kategori coba-coba pakai. “Makanya, angka narkotika di Indeonesia prefalensianya selalu meningkat,” katanya saat refleksi akhir tahun oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang, di kantornya di Jalan S Riyadi Batang, Rabu (27/12) kemarin.

Bahkan, katanya, saat bekerjasama dengan Kesbangpol Kota Pekalongan memeriksa sekolah tingkat menengah, hampir di setiap SMA Negeri di Kota Batik, siswanya ada yang menyalagunakan obat-obatan. “Saat kami tes narkoba di SMA Kota Pekalongan, hampir semua sekolah ada siswa yang terbukti menyalahgunakan obat-obatan terlarang. Namun kemudian kami memberikan asesmen,” jelasnya.

Kepala BNNK Batang, Teguh Santoso menambahkan bahwa dalam usahanya memberantas dan penegakan hukum, telah mengungkap 1 kasus penyalahgunaan narkotika dan menangkap satu orang tersangka WNI beserta barang buktinya.

“Tahun 2017 ada satu kasus penyalahgunaan narkotika yang telah kami ungkap. Kami juga menagkap satu tersangka dengan barang bukti 1 bungkus sabu seberat 10 gram, 1 buah HP, uang Rp 1.850.000 dan 1 unit sepeda motor,” ungkap Teguh Santoso.

BNN Kabupaten Batang telah melaksanakan tes urine kepada 914 orang di wilayah Kabupaten Batang. Terdiri atas, 340 orang di lingkungan pendidikan, 544 orang di lingkungan instansi pemerintahan dan 30 orang di lingkungan masyarakat.

“Selain itu, tahun ini telah melaksanakan rehabilitasi kepada 48 orang korban penyalahgunaan dan pecandu narkotika di rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BNN seperti RS QIM dan RSUD Batang,” jelasnya lagi.

Info terbaru dari Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Batang Syafril bahwa BNN Kabupaten Batang di tahun 2018, sudah bisa melakukan penyidikan sendiri. Sehingga apabila ada tangkapan bisa langsung diproses secara hukum, namun tetap berkoordinasi dengan Polres Batang berdasarkan surat keputusan dari BNN Pusat.

“Kalau dulu kami melakukan penangkapan langsung serahkan ke Polres Batang. Namun di tahun 2018, kami bisa langsung melakukan penyidikan untuk diproses secara hukum hingga P21,” tandas Syafril. (han/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here