33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Para Calon Perangkat Desa Diminta Tenang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Para calon perangkat desa yang telah lolos seleksi Computer Asessment Test (CAT) diminta tenang dalam menyikapi gejolak masyarakat. Selain itu, mereka diminta memberikan testimoni sebanyak-banyaknya kepada Inspektorat selama pemeriksaan berlangsung.

Demikian dikatakan pakar hukum Edi Pranoto dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Dikatakannya, adanya surat edaran (SE) Bupati Kendal untuk menghentikan proses, menurutnya tidak menghentikan aturan Perbup (Peraturan Bupati).

“Tapi persoalan seleksi ini tidak hanya masalah hukum. Tapi bupati sebagai kepala daerah juga mempertimbangkan hal lain untuk kondusivitas daerahnya. Bupati menurut undang-undang diberikan kewenangan untuk itu,” tuturnya.

Selain itu, kewenangan penuh dalam tes seleksi desa ini sepenuhnya ada pada pemerintah desa. Bukan pada pemerintah daerah ataupun bupati. Jadi dilantik dan tidak, sepenuhnya hak dan kewenangan kepala desa.

Menurutnya, sejauh ini para calon perangkat desa yang telah lolos seleksi belum memiliki hak apa-apa. Sebab dari aspek hukum, calon perangkat desa belum memiliki kewenangan. “Terkecuali hasil dari SE ini, kemudian kepala desa mengeluarkan keputusan yang membatalkan dan mengabaikan proses seleksi dengan melantik orang lain,” tandasnya.

Jika hal itu terjadi, maka calon perangkat desa bisa melakukan upaya hukum. Sebab, disini sudah hak-hak calon dan Perbup yang sudah dibuat telah dilanggar. “Maka calon perangkat desa bisa melakukan upaya hukum dengan cara melakukan gugatan baik peradilan perdata maupun peradilan tata usaha negara (PTUN),” katanya.

Menurutnya, kalau melihat SE Bupati Kendal, menurutnya baru sebatas perintah kepada kecamatan untuk menunda, karena menunggu Inspektorat melakukan pemeriksaan. Tidak membatalkan hasil tes seleksi. “Langkah terbaik menurut saya, calon ini memberikan masukan secara tertulis berupa testimoni pelaksanaan tes. Sehingga Inspektorat memiliki masukan yang luas. Tidak hanya sepihak dari pelapor,” tuturnya.

Sementara para calon perangakat desa yang lolos, telah membuat pernyataan. Mereka membentuk Paguyuban Calon Perangkat Desa Ranking Satu yang diketuai oleh Budi Riatanto. Mereka menyatakan jika hasil tes yang mereka kerjakan murni hasil dari soal yang mereka kerjakan. “Tidak ada kecurangan seperti yang dituduhkan selama ini,” akunya.

Perihal adanya sengketa, ia mendorong untuk diselesaikan dengan penyelesaian di PTUN oleh pihak yang merasa dirugikan. “Sebab semua ini tidak terlepas dari peraturan yang berkekuatan hukum. Jadi, jika ada pihak yang tidak melaksanakan sesuai aturan, bisa dikategorikan perbuatan melawan hukum,” tandasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BUMN Sebaiknya Kuasai Bisnis yang Eksploitasi SDA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pemerintah diminta menggenjot pendapatan nonpajak melalui eksplorasi bonus demografi Indonesia yang kaya raya. Baik gas bumi, tambang, minyak, kapur sebagai bahan baku semen,...

Viral Ganjil Genap Motor 15 Jam, Polisi dan Dishub Pastikan Itu Hoax

JawaPos.com – Belakangan ini beredar pesan berantai di media sosial yang berisi informasi penerapan ganjil-genap dengan durasi 15 jam di sejumlah ruas jalan di...

Baznas Batang Minim Dana

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang menggelar kegiatan pentasarufan (membagikan) Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) kepada Mustahik (penerima zakat). Namun...

10 Ribu Suporter Besok Padati Moch Soebroto

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sekitar 600 personel gabungan siap mengamankan laga uji coba antara PSIS Semarang melawan Arema Malang di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang,...

Suara Dua Cakades Kendalasem Sama

DEMAK-Ada yang menarik dan tergolong langka dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Kendalasem, Kecamatan Wedung. Setelah penghitungan suara, diketahui ada dua calon kepala...

Okupansi Hotel Capai 100 persen

SEMARANG - Tingkat hunian hotel atau okupansi hotel di Kota Semarang mencapai 100 persen pada moment tutup tahun lalu. Angka okupansi tahun ini sendiri...