33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Mulai Rintis Desa Kesenian

Desa Kebowan, Kecamatan Suruh

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Bidang kesenian menjadi bidikan Pemerintah Desa Kebowan untuk digarap demi memperkenalkan Desa Kebowan kepada masyarakat luas. Dengan sejumlah kesenian yang dimiliki, Pemerintah Desa akan membuat Desa Kebowan menjadi jujukan wisatawan sebagai Desa kesenian.

Beberapa kesenian yang dimiliki oleh Desa ini diantaranya ada kesenian reog, karawitan, rebana, juga kesenian drum blek yang kini hampir ada di setiap Desa di kabupaten Semarang. Alasan pemilihan bidang kesenian untuk digarap adalah karena beberapa acara di Desa ini, seperti upacara pengantin serta beberapa acara lainnya memang masih diwarnai dengan kesenian dan budaya Jawa yang sangat kental.

Hana Hidayanti (IST)
Hana Hidayanti (IST)

”Budaya-budaya di sini itu masih njawani banget. Sehingga yang seperti ini, kami berupaya untuk terus menjaganya sekaligus kita manfaatkan untuk mensejahterakan warga masyarakat,” ujar Hana Hidayanti, sekretaris Desa Kebowan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hana melanjutkan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Desa Kebowan untuk menggali potensi di bidang kesenian ini. Salah satunya, dalam setiap event, Pemerintah Desa mencoba memunculkan potensi kesenian di setiap dusun melalui sejumlah perlombaan-perlombaan yang rutin diadakan.

”Kami dorong setiap Dusun menampilkan keseniannya dengan semaksimal mungkin. Biasanya kami adakan bersamaan dengan hari besar seperti saat 17an. Strukturnya terdiri dari karang taruna dan sejumlah elemen yang ada di desa Kebowan. Kira-kira tahun 2018 kami bisa mencanangkan Desa kesenian di Kebowan,” lanjutnya.

Antusias dari warga, terutama para pemuda dikatakan oleh Hana sangat tinggi. Sebab, untuk kesenian reog sendiri memang sudah melalang buana ke sejumlah daerah untuk ditampilkan. ”Di sini reognya yang sudah dimodifikasi Temanggungan. Jadi alat musik nya tidak hanya tradisional, sudah ada tambahan seperti organ (orjen) nya,” kata dia.

Pemerintah Desa kebowan, kata dia, sangat optimis bisa menarik sejumlah wisatawan untuk datang ke Desa ini. Sedikit demi sedikit, brand Desa kesenian akan dikenalkan kepada masyarakat luas agar banyak yang datang menikmati pertunjukan kesenian di Desa yang berbatasan dengan Desa Tegalwaton di sebelah Barat ini. ”Kami akan promosikan, Konsepnya seperti ketika kita melihat pertunjukan kesenian di Bali. Tentu akan berdampak pada perekonomian warga. Karena dengan banyaknya pengunjung yang datang, warga sini bisa memanfaatkan dengan berjualan makanan, minuman atau pernak-pernik,” timpalnya.

Saat ini, selain penguatan struktur organisasi, Pemerintah Desa sedang menyiapkan para pemuda untuk dapat menjalankan kesenian yang ada. Lebih lanjut Pemeritah Desa juga sedang berupaya menyatukan langkah setiap dusun yang ada agar tujuan bersama ini dapat dicapai dengan lebih mudah.  ”Supaya tidak fokus pada Dusun masing-masing. Kita sengkuyung bersama. Sehingga ketika sudah jadi satu, kesulitan demi kesulitan dapat diatasi bersama,” kata sekdes muda ini. (sga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

312 Orang Asing Nyantri di Secang

"Selama tinggal di Magelang, tidak ada masalah, mereka belajar ilmu agama Islam.” Soeryo Tarto Kisdiyo - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Sebanyak...

Hoax Kabar Aiptu Erwin Meninggal Dunia, Polri Akan Tindak Tegas Pelaku

JawaPos.com -Pascakejadian Aiptu Erwin terbakar saat mengamankan unjuk rasa di depan kantor Pemda Kabupaten Cianjur, banyak bermunculan kabar bohong atau hoax yang beredar di...

Makna Terbelenggunya Setan Pada Bulan Ramadan

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai, Saya ingin bertanya beberapa hal yang berkenaan dengan pelaksanaan ibadah puasa. 1) Apa yang dimaksud dengan setan-setan yang dibelenggu di...

Ajak Kader PPP Solid Menangkan Pilgub

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengajak seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk solid memenangkan Pasangan Calon (Paslon)...

190 Personel Amankan Imlek

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Guna mengamankan perayaan Imlek di Kabupaten Semarang, Polres Semarang menerjunkan sedikitnya 190 personel. Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho menjelaskan jika personel...

Komitmen Lestarikan Kesenian

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk berkomitmen mendukung pelestarian wayang kulit sebagai budaya Jawa Tengah. Dalam rangkaian HUT ke 61, BCA...