33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Mulai Rintis Desa Kesenian

Desa Kebowan, Kecamatan Suruh

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Bidang kesenian menjadi bidikan Pemerintah Desa Kebowan untuk digarap demi memperkenalkan Desa Kebowan kepada masyarakat luas. Dengan sejumlah kesenian yang dimiliki, Pemerintah Desa akan membuat Desa Kebowan menjadi jujukan wisatawan sebagai Desa kesenian.

Beberapa kesenian yang dimiliki oleh Desa ini diantaranya ada kesenian reog, karawitan, rebana, juga kesenian drum blek yang kini hampir ada di setiap Desa di kabupaten Semarang. Alasan pemilihan bidang kesenian untuk digarap adalah karena beberapa acara di Desa ini, seperti upacara pengantin serta beberapa acara lainnya memang masih diwarnai dengan kesenian dan budaya Jawa yang sangat kental.

Hana Hidayanti (IST)
Hana Hidayanti (IST)

”Budaya-budaya di sini itu masih njawani banget. Sehingga yang seperti ini, kami berupaya untuk terus menjaganya sekaligus kita manfaatkan untuk mensejahterakan warga masyarakat,” ujar Hana Hidayanti, sekretaris Desa Kebowan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hana melanjutkan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Desa Kebowan untuk menggali potensi di bidang kesenian ini. Salah satunya, dalam setiap event, Pemerintah Desa mencoba memunculkan potensi kesenian di setiap dusun melalui sejumlah perlombaan-perlombaan yang rutin diadakan.

”Kami dorong setiap Dusun menampilkan keseniannya dengan semaksimal mungkin. Biasanya kami adakan bersamaan dengan hari besar seperti saat 17an. Strukturnya terdiri dari karang taruna dan sejumlah elemen yang ada di desa Kebowan. Kira-kira tahun 2018 kami bisa mencanangkan Desa kesenian di Kebowan,” lanjutnya.

Antusias dari warga, terutama para pemuda dikatakan oleh Hana sangat tinggi. Sebab, untuk kesenian reog sendiri memang sudah melalang buana ke sejumlah daerah untuk ditampilkan. ”Di sini reognya yang sudah dimodifikasi Temanggungan. Jadi alat musik nya tidak hanya tradisional, sudah ada tambahan seperti organ (orjen) nya,” kata dia.

Pemerintah Desa kebowan, kata dia, sangat optimis bisa menarik sejumlah wisatawan untuk datang ke Desa ini. Sedikit demi sedikit, brand Desa kesenian akan dikenalkan kepada masyarakat luas agar banyak yang datang menikmati pertunjukan kesenian di Desa yang berbatasan dengan Desa Tegalwaton di sebelah Barat ini. ”Kami akan promosikan, Konsepnya seperti ketika kita melihat pertunjukan kesenian di Bali. Tentu akan berdampak pada perekonomian warga. Karena dengan banyaknya pengunjung yang datang, warga sini bisa memanfaatkan dengan berjualan makanan, minuman atau pernak-pernik,” timpalnya.

Saat ini, selain penguatan struktur organisasi, Pemerintah Desa sedang menyiapkan para pemuda untuk dapat menjalankan kesenian yang ada. Lebih lanjut Pemeritah Desa juga sedang berupaya menyatukan langkah setiap dusun yang ada agar tujuan bersama ini dapat dicapai dengan lebih mudah.  ”Supaya tidak fokus pada Dusun masing-masing. Kita sengkuyung bersama. Sehingga ketika sudah jadi satu, kesulitan demi kesulitan dapat diatasi bersama,” kata sekdes muda ini. (sga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...