33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Ditemukan Mayat Pria Dengan Tangan Terborgol

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Warga Desa Pagergunung Kecamatan Pagerruyung Kabupaten Kendal, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas. Mayat tersebut, diduga korban pembunuhan, lantaran ada luka tusuk pada leher korban.

Mayat tersebut pertama ditemukan oleh warga sekitar. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi mengenaskan. Selain ditemukan sejumlah luka di tubuhnya, tangan mayat dalam keadaan terikat borgol. Selain itu, mulut dan kepala korban diplester menggunakan lakban warna hitam.

Ciri-ciri mayat diperkirakan berusia lebih dari 40 tahun, warna kulit sawo matang, rambut hitam pendek, mengenakan rompi warna kuning tinggi sekitar 160 sentimeter. Korban juga mengenakan jaket dan celana panjang warna hitam.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya melalui Kasatreskrim AKP Aris Munandar menduga mayat tersebut korban penganiayaan. “Kami masih menyelidiki kasus penemuan mayat ini,” katanya, kemarin.

Aris memperkirakan lokasi penemuan mayat diduga kuat hanya lokasi pembuangan mayat saja. Sedangkan lokasi pembunuhan korban sampai meninggal dunia, dilakukan di lokasi lain. Hal itu terlihat tidak ditemukannya alat atau bekas darah yang tercecer di sekitar lokasi. “Indikasinya pembunuhan dilakukan di luar lokasi penemuan mayat. Sebab kondisi mayat saat ditemukan dalam keadaan dilakban dan diborgol,” ujarnya.

Menurut Aris, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait penemuan mayat tanpa identitas tersebut. Sementara itu, mayat tersebut dibawa RSUD Soewondo Kendal untuk dilakukan visum. “Selanjutnya mayat akan kami bawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” tandasnya.

Namun sejauh ini polisi kesulitan mencari keterangan. Lantaran tidak ditemukannya satu identitas apapun dalam tubuh korban. Sehingga polisi kesulitan mengusut tuntas kasus tersebut.

Juarman alias Jujuk, 45, warga Dukuh Tembelang, Desa Tambahrejo, Kecamatan Pagerruyung mengaku melaporkan penemuan mayat melalui pesan SMS ke Polisi. Ia mengatakan jika ada mayat di Kebon Sengon Suling Wuni di tepi Jalan Pageruyung-Weleri KM 10. “Saya melihat sesosok mayat. Lalu saat di sekitar lokasi, saya lapor ke polisi,” ujar Jujuk.

Kapolsek Pagerruyung, AKP Sodikin mengatakan bahwa yang mendapatkan informasi warga. Selanjutnya petugas melakukan pencarian di lokasi. Mayat ditemukan di antara semak-semak dalam kondisi tangan diborgol ke belakang.

“Selain diborgol, mayat juga dalam kondisi dilakban di sejumlah tubuhnya seperti kaki, tangan, mulut dan muka. Korban ditemukan di tepi jalan dengan jarak 3 meter dari bahu jalan. Korban mengenakan jaket parasit warna hitam bertuliskan BNPB,” jelasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Solid, Jateng Tetap Kandang Banteng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PDI Perjuangan tak gentar dengan statemen lawan politik yang ingin mematahkan mitos Jateng adalah kandang banteng. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto...

Panwas Harus Jadi Panglima Pemilu

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Anggota Komsii A DPRD Provinsi Jateng melakukan kunjungan ke Kantor Panwaskab Demak di Jalan Bhayangkara, Kota Demak, kemarin. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua...

Dewan Kembalikan Mobil Dinas

MAGELANG–Seluruh anggota DPRD Kota Magelang akhirnya mengembalikan mobil dinas yang selama ini dipakai untuk menunjang mobilitas mereka. Pengembalian mobil dinas menyusul diberlakukannya Peraturan Pemerintah...

Sulit Menindak, Karena Tak Ada Laporan Korban

RADARSEMARANG.COM - PRAKTIK tukang gigi dan jasa pemasangan behel di Semarang seakan tidak ada matinya. Selain di offline, mereka juga menawarkan jasa secara online...

Sedan Vios Hajar 8 Motor, 1 Tewas, 5 Luka

SEMARANG - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Kawi Raya, Kelurahan Wonotingal, Candisari, tepatnya di depan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) St Elisabeth Semarang....

RSUD Temanggung Raih Bintang 5

TEMANGGUNG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djojonegoro Temanggung lolos akreditasi tingkat paripurna (bintang 5) dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Serah terima sertifikat...