Budaya Baca di Kalangan Mahasiswa Rendah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Budaya literasi masyarakat Indonesia masih rendah. Masyarakat lebih sering menonton atau mendengar dibanding membaca, apalagi menulis. Termasuk di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa belum terbiasa menggunakan literasi dan tidak terbiasa berpikir kritis, serta melakukan telaah ulang atas segala hal yang ada di sekitarnya.

“Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Untuk itu perlu kita dorong budaya literasi ini, harus ditanamkan sejak dini kepada siswa,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof Dadang Sunendar, dalam Seminar Nasional Literasi ‘Pemartabatan Bahasa Indonesia melalui Budaya Literasi dan Optimalisasi Ipteks’ di kampus IV Upgris Semarang, kemarin.

Sebagai mahasiswa, lanjutnya, terutama pada mahasiswa yang merupakan calon guru, harus bisa mendongkrak budaya literasi. Tujuannya agar mereka bisa berpikir kritis dan bisa memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Mengutip data statistik Unesco 2012, minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca,” paparnya.

Ia juga memberi gambaran tingkat membaca pelajar Indonesia yang masih sangat rendah berdasarkan hasil tes PISA dari tahun ke tahun. Yakni  urutan ke-39 dari 41 negara (2002), ke-39 dari 40 negara (2003), ke-48 dari 65 negara (2006), ke-57 dari 65 negara (2009), ke-64 dari 65 negara (2012), dan ke-69 dari 76 negara (2015). Tingkat membaca penduduk Indonesia tertinggal dari Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.

“Data tersebut terlihat jika masyarakat belum terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman dari membaca, sehingga belum dapat mengaktualisasikan diri melalui tulisan,” bebernya.

Sementara, Ketua Panitia yang juga dosen FPBS Upgris Muchlis menuturkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat dan budaya literasi di kalangan mahasiswa. “Selama ini kita melihat, rata-rata mahasiswa ini tidak suka membaca, apalagi menulis. Harapannya dengan ini budaya literasi tumbuh. Hal tersebut bisa dituangkan dalam bentuk apasaja, termasuk dalam cerpen, puisi , blogger atau novel,” ujarnya. (den/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -