Sopir Sempat di Lokalisasi

  • Bagikan
DITANGKAP : Setelah lama melarikan diri, sopir maut proyek tol akhirnya ditangkap anggota Polres Batang yang bekerjasama dengan Polres Tabalong Banjarmasin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP : Setelah lama melarikan diri, sopir maut proyek tol akhirnya ditangkap anggota Polres Batang yang bekerjasama dengan Polres Tabalong Banjarmasin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah 3 minggu menjadi buronan, Rohadi, 49, sopir penyebab kecelakaan di proyek tol di Desa Masin Warungasem Batang, akhirnya ditangkap petugas di tempat pelariannya pada Minggu malam (24/12) kemarin. Sebelum lari ke pulau Kalimantan, pelaku sempat mampir ke Lokalisasi Jrakahpayung Batang.

Kecelakaan lalulintas tersebut terjadi antara sepeda motor G 5611 CC yang dikendarai Maulida Arifinai, 19, warga Desa Masin, dengan dump truk pengangkut tanah H 1365 NW milik PT Waskita yang dikemudikan Rohadi pada Minggu (3/12) lalu.

Saat akan ditangkap di rumah salah satu saudaranya, sopir asal Semarang ini tidak melakukan perlawanan. Kemudian petugas langsung membawa pulang pelaku ke Mako Satlantas Polres Batang untuk diperiksa lebih lanjut.

Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kapolsek Warungasem AKP Ahmad Almuniasifi mengatakan bahwa penangkapan ini hasil kerjasama antara Polres Batang dengan Kanit Reskrim Polres Tabalong yang dipimpin oleh AKP Mars Suryo Kartiko SIK.

“Anggota Resmob Polres Batang bekerjasama denga Reskrim Tabalong Banjarmasin dan Kapolsek Waras, aktif melakukan pencarian dan pengejaran pelaku. Akhirnya bisa kami amankan dan bawa pulang ke Batang,” ucap Kapolsek, Selasa (26/12) kemarin.

Saat dimintai keterangan di Mako Satlantas Polres Batang, sopir Rohadi mengaku setelah kecelakaan, dirinya langsung melarikan diri. Tujuan utamanya adalah Lokalisasi Jrakahpayung hingga Senin malam (4/12). Kemudian melarikan diri dengan naik bus ke Terminal Terboyo Semarang. Setelah sampai di terminal, dia oper bus menuju Terminal Bungurasih Surabaya Jawa Timur.

Selasa siang (5/12), Rohadi melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian naik kapal laut selama 22 jam sampai di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Sampai di Pelabuhan Trisakti, Rohadi melanjutkan perjalanan ke rumah saudaranya dengan naik taksi ke alamat Jalan Jendral Sudirman Tabaling.

Setelah berkoordinasi dengan Polres setempat dan Polsek Waras, akhirnya pelaku bisa ditemukan. Sehingga pada Minggu malam (24/12) kemarin, pelaku bisa diamankan. Saat ditangkap, pelaku tidak bisa berkelit dan dengan sukarela menyerahkan diri.

Atas perbuatannya, Rohadi akan dikenakan pasal Pasal 310 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Yang mana bagi pengemudi kendaraan bermotor yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas hingga mengakibatkan korban luka, baik luka ringan maupun luka berat, atau meninggal dunia diancam dengan sanksi pidana sebagaimana diatur. Tidak hanya itu, pengemudi juga wajib memberikan bantuan biaya pengobatan untuk korban cedera, serta bantuan biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia sebagaimana diatur Pasal 235 UU LLAJ. “Atas perbuatannya, sopir bisa mendapatkan hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta,” tandas Kapolsek. (han/ida)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *