Hakim Semarang Dilaporkan MA

  • Bagikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Akibat melaporkan salah satu hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang bernama Lasito, Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman diperiksa Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA). Pemeriksaan itu terjadi karena saat menjadi hakim tunggal, Lasito memberikan putusan memenangkan gugatan pra peradilan Bupati Jepara Achmad Marzuqi melawan Kejati Jateng.

Boyamin Saiman mengaku diundang oleh Badan Pengawas (Bawas) terkait laporannya mengenai hakim pemutus perkara pra peradilan Achmad Marzuqi. Ia juga membenarkan jika kedatangan Bawas terkait laporan hakim Lasito yang dilayangkan pihaknya ke MA.

“Saya yang melaporkan hakim Lasito ke Bawas. Hari ini saya diundang sekaligus diperiksa tentunya sebagai pelapor kasus itu,” kata Boyamin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (26/12).

Menurutnya, dalam putusan praperadilan melawan Kejati Jateng, hakim Lasito saat itu menyatakan bahwa penetapan tersangka Achmad Marzuqi tidak sah. Padahal sebelumnya, hakim lain menyatakan bahwa surat penghentian perkara (SP3) Achmad Marzuqi harus dibatalkan. Hakim juga meminta Kejati Jateng menerbitkan surat perintah penyidikan baru dengan tersangka Achmad Marzuqi.

“Ada dua putusan praperadilan yang berbeda dan saling bertolak belakang. Makanya saya melaporkan hal ini ke Bawas MA. Tentunya setelah memeriksa saya sebagai pelapor, Bawas juga akan memeriksa hakimnya,” ungkapnya.

Ketua PN Semarang, Purwono Edi Santoso sebelumnya, membenarkan Selasa kemarin ada anggota Bawas MA yang mendatangi kantor PN Semarang. Namun ia berkilah tidak tahu kedatangan Bawas dalam rangka apa.

“Memang ada Bawas datang, tapi tidak tahu terkait apa. Mereka datang tanpa konfirmasi dan langsung masuk ruangan kemudian dikunci dari dalam,” sebutnya.

Perlu diketahui, Kejati Jateng menetapkan Bupati Jepara Achmad Marzuqi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan bantuan partai politik PPP. Namun kemudian, Kejati Jateng mengeluarkan SP3 kepada Achmad Marzuqi. Pengeluaran SP3 itu kemudian digugat oleh MAKI ke PN Semarang. Hakim memenangkan gugatan MAKI dan memerintahkan Kejati menerbitkan surat penyidikan baru. Kemudian Kejati kembali menetapkan Achmad Marzuqi sebagai tersangka.

Akan tetapi, penetapan tersangka baru itu digugat oleh Achmad Marzuqi ke PN Semarang. Hakim Lasito mengabulkan gugatan Achmad Marzuqi dan menyatakan surat penetapan tersangka terhadap Marzuqi tidak sah dan harus dibatalkan. MAKI kemudian melaporkan hakim Lasito ke Mahkamah Agung. (jks/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *