32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Sopir Bus Rosalia Indah Langgar Batas Kecepatan

Kecelakaan Beruntun, di Tol Banyumanik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Aparat Satlantas Polrestabes Semarang terus berupaya mengungkap penyebab kecelakaan beruntun antara bus PO Rosalia Indah dengan belasan kendaraan lain di ruas tol Bawen-Banyumanik Km 16.200. Dugaan sementara, sopir bus mengemudikan armadanya di luar batas kecepatan.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pengemudi bus Rosalia Indah bernopol AD 1411 CA, yakni Rudi Haryono, 45, warga Kalang Semanding Perak RT 2 RW 3 Jombang, Jatim. Dari pemeriksaan sementara, diduga pengemudi kurang menguasai medan jalan tol tersebut.

“Lokasi kecelakaan setelah tikungan mau masuk tol Banyumanik. Keluar tikungan, tiba-tiba lalulintas padat, kemudian dia ngerem dalam posisi gigi 6. Kecepatan saat itu kurang lebih 90 sampai 100 km/jam. Ada dugaan melebihi batas kecepatan. Bus menabrak kendaraan di depanya, kemudian beruntun menabrak kendaraan lain,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (26/12).

Ardi menegaskan, meski kecelakaan itu hanya menimbulkan luka ringan dan kerugian materiil, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan. Pengemudi bus akan dijerat pasal mengemudikan kendaraan dengan cara yang membahayakan. “Akan dijerat pasal 311 UU 22 Tahun 2009. Karena ini luka ringan, ancamannya maksimal 6 bulan penjara. Pengemudi tidak ditahan,” tegasnya.

Terkait adanya tuntutan ganti rugi dari pemilik kendaraan yang menjadi korban kecelakaan, Ardi membenarkan. “Nanti yang jelas, untuk kasus perdatanya akan kita data dan melaksanakan mediasi. Jadi tetap akan diberikan ganti rugi secara perdata dari pihak bus. Sedangkan secara pidana, masih akan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Seperti halnya yang sudah saya sampaikan di awal tadi, melebihi batas kecepatan,” katanya.

Kanit Lakalantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito, menambahkan, dugaan awal kecelakan itu bermula saat bus Rosalia Indah melaju dari arah Bawen menuju Semarang mengalami rem blong. Sedangkan pada proses penyelidikan berikutnya diperoleh keterangan pengemudi telat menginjak rem. “Itu nanti kita akan periksa dengan saksi ahli. Saat ini, kita baru koordinasi dengan Dishub untuk cek fisik kendaraan (bus) uji kelayakan, remnya berfungsi atau tidak,” ujarnya.

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here